Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Akhir Kisah Bulan Juni

PADA akhirnya aku ada hanya untuk mengantarkan kepergian Juni. Tahun ini, semua pertanda itu telah terlihat sejak Maret hadir. Maret, yang seharusnya menjadi awal dari musim panas justru takluk pada mendung yang muram. Mentari hanya bisa kusaksikan di antara awan yang menggumpal dan butir hujan yang menumpuk.

Di bulan April, aku melewatkan kuning-kuning bunga angsana yang mekar begitu saja. Aku tak ingat menyesap wanginya yang abstrak. Aku bahkan tak memahami ketika bunga-bunganya yang kuning lebat itu berguguran satu persatu. Dan daun-daunnya kembali memuda lagi rimbun. Bukankah semua itu pertanda?

Di bulan Mei, kita sempat berbasa-basi sebentar. Saat mentari belum sempurna terbit ketika itu. Di antara kelopak mata yang masih enggan mengembang. Ya, basa-basi yang ternyata hanya mengantarkanku pada Juni yang kaku lagi beku.

Di bulan Juni, aku sadar bahwa semua ini telah begitu renta. Anggaplah ia sebatang pohon, pernah begitu rindangnya, pernah begitu hijaunya, lalu tiba-tiba menjadi…

Cara Pindah dari Blogspot.com ke Domain Pribadi

Alhamdulillah, akhirnya berhasil juga 'pindah rumah' dari ihansunrise.blogspot.com ke ihansunrise.com. Rasanya.... sangat senang sekali pastinya.

Begitu alamat ihansunrise.com muncul di tab browser, saya langsung terlonjak girang. Langsung ngasih tau temen yang duduk di samping. Langsung wa seorang webdev yang selama ini sering saya tanyain ini itu. Dan response dia cuma kasi tanda jempol doang. Huff.... Berikutnya adalah kirim pesan ke grup Gam Inong Bloger di wa.

Postingan ini anggap saja sebagai 'syukuran' atas rumah baru tersebut. Saya tulis hanya beberapa puluh menit setelah alamat dengan domain pribadi tersebut bisa diakses. Sebelumnya, mungkin perlu sedikit saya ceritakan mengapa baru beralih ke domain pribadi setelah 10 tahun lebih ngeblog. Alasanya ya karena saya baru maunya sekarang :-D

Sekian tahun berkecimpung (bekerja) di media online, tentunya sedikit banyak saya tahu apa kelebihan jika pakai domain pribadi. Tapi saya ini agak sedikit aneh, kalau hati be…

Untung Rugi Promosi Blog di Media Mainstream

Setiap blogger pasti ingin eksis (baca: terkenal). Postingannya diharapkan selalu dinanti-nanti khalayak, dibanjiri komentar, apalagi kalau postingannya sampai dibagikan oleh pembaca. Ugh senangnya pasti bikin minta ampun, bikin makin semangat ngeblog ya? Bikin ketagian menulis, menuangkan ide dalam 'secarik' new entri.
Dampak positifnya juga nggak main-main lho, selain ranking yang bisa terus singset, popularitas bloggernya juga kian terdongkrak. Jangan heran kalau nama-nama blogger dewasa ini tak kalah populernya dari nama-nama jurnalis beken. Sebut saja misalnya Marischa Prudence yang eks jurnalis Metro TV itu.
Pertanyaan berikutnya adalah, apa yang perlu dilakukan agar blog kita dikenal banyak orang, yang otomatis akan membuat pemilik blognya (blogger) ikut terkenal pula. Setiap orang pasti punya jawaban yang berbeda-beda soal ini. Tapi lazimnya sih promosi di sosial media yang kita punya. Itulah mengapa blogger punya akun hampir di semua sosial media, walaupun teman-temanny…

Sakitnya Dikhianati, Mengaku Duda Ternyata Masih Beristri

“Jangan pernah merasa terpuruk,meski di saat kau merindukan butir-butir embun di pagi hari, yang kau dapatkan justru uap dari air mendidih ~

Perempuan yang saya kenal itu, bisa jadi satu di antara banyak perempuan di dunia ini yang benar-benar berharap bahwa pernikahan adalah sumber kebahagiaan. Karena itulah dia menikah, hampir sepuluh tahun yang lalu. Dan saya turut menyaksikannya ketika itu.
Saya belum lupa bagaimana sepasang matanya yang indah menatap wajah suaminya manakala fotografer akan membidik mereka. Ya, sepasang pengantin baru dalam balutan baju pengantin. Tatapan itu sungguh membuat saya iri.Bagai kelopak mawar yang merekah menebarkan aroma semerbak, penuh binar, kebahagiaan yang tak bisa disembunyikan.
Meski cukup mengenalnya tapi kami jarang bertemu. Belum tentu setahun sekali. Pun begitu ada banyak hal yang saya ketahui tentangnya. Seperti hubungan mereka yang tidak mendapat restu dari orang tua si perempuan. Hal itu membuat resepsi pernikahan mereka terpaksa digelar di …

Ketika Ustaz 'Harus' Berpoligami

ISU cerai Ustadz Zacky Mirza dan istrinya Shinta Tanjung memang sedang menjadi bahasan hangat di media. Perceraian itu disebut-sebut terkait dengan praktek poligami yang dilakukan sang ustaz.

Tapi tulisan ini tidak akan mengulas tentang itu, karena, secara pribadi saya tidak mengenal dan tidak mengikuti perkembangan kasus Ustaz Zacky Mirza dengan istrinya. Saya khawatir apa yang saya tulis nantinya justru akan mengarah pada fitnah karena menerka-nerka.

Saya hanya ingin bercerita tentang seorang ustaz di kampung saya, yang pada akhirnya 'harus' berpoligami. Ya, poligami, suatu perbuatan yang tidak bertentangan dengan Islam tapi menjadi sangat amat ditakuti, khususnya oleh kaum hawa, karena berbagai propaganda.

Masyarakat memanggil ustaz tersebut dengan sebutan Abu. Ini istilah yang lazim bagi masyarakat Aceh. Serupa kiyai di Jawa. Abu adalah seorang ulama kharismatik di Aceh Timur. Beliau selalu dilibatkan di setiap lini kehidupan masyarakat, khususnya di desa kami.

Abu memili…

Selamat Jalan, Z Sayang...

“Perlukah menangisi kepergianmu yang ingin ‘menjauh’ dariku? Selamat jalan Z sayang... selamat jalan... aku akan terus berpuisi untukmu... ya.... hanya untukmu...”
Sudah kuputuskan untuk tidak menuliskan apapun lagi tentangmu.Tapi aku gagal setelah berhari-hari mencobanya.Dan aku akan terus mencobanya. Sampai kapanpun.
Jantungku seperti mau meledak manakala setiap ingatanku melompat pada semua kenangan yang pernah ada. Hatiku terasa hancur berkeping-keping, saat menyadari semuanya sudah dengan cara seperti ini. Dalam hening yang panjang, dalam diam yang bisu, tanpa sempat mengatakan selamat tinggal. Semuanya serba tiba-tiba.Tak ada tanda-tanda.
Aku akan mengubur semua kenangan ini, bersamamu yang telah terkubur oleh waktu. Aku akan menghapus semua tentangmu, seperti angin menghilangkan jejak kaki di pasir pantai. Aku akan mengikis semua cerita yang pernah kau kisahkan hingga bekasnya tak terbentuk lagi.Dan kaupun tahu semua itu akan membutuhkan waktu yang teramat sangat lama. Ya, kita ha…

Surat Cinta untuk Ety Sayang

ETY Livia Harahap namanya. Perawakannya tinggi. Langsing. Kulitnya putih. Matanya sipit. Kesan 'judes' di wajahnya membuat ia makin terlihat cantik. Dia juga pintar, kritis, teliti dan sangat 'kolerik', kombinasi yang tepat untuk mengantarkannya menjadi seorang akuntan seperti yang digelutinya sejak beberapa tahun terakhir. Dia bekerja di sebuah perusahaan bergengsi di Banda Aceh.

Saya memanggilnya Ety. Kami bersahabat sejak masih kuliah. Sudah lama.... lebih dari 10 tahun, walapun intens bertemu baru sejak beberapa tahun terakhir ini saja karena berbagai faktor.

Ety salah satu sahabat dekat saya, ya, sahabat dekat, karena kami sering bertukar cerita tentang hal-hal yang pribadi seperti soal keluarga dan pekerjaan. Pembuka 'hidangan' di atas sama sekali tidak bermaksud untuk 'mempromosikannya' tapi memang itulah faktanya. Dan kalau ada yang tertarik pada profilnya silakan sewa detektif untuk cari tahu lebih banyak. :-D Satu lagi, dia juga sangat pandai…

Tradisi Meugang yang Dirindukan

ilustrasi kari daging @iffinbiru.blogspot.com

Serupa aroma kuah daging yang mengepul, begitulah aroma Ramadan mulai menggoda, yang selalu dinanti, yang selalu dirindukan, yang selalu didamba, dan sebelum Ramadan hadir izinkan saya menghaturkan maaf atas segala khilaf dan alpa, agar saya bisa menjemput Ramadan dengan lega ~ Ihan Sunrise
+++
Hmm... aroma Ramadan mulai mengusik indera. Baunya, rasa-rasanya seperti uap kuah daging yang dimasak Ibu di hari meugang. Ya, hari meugang yang selalu kutunggu-tunggu. Hari paling istimewa di dalam hidupku. Dan aku yakin istimewa pula bagi masyarakat Aceh pada umumya.
Meugang atau makmeugang adalah istilah khusus yang dipakai masyarakat Aceh untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Makmeugang ini ditandai dengan 'pesta daging' sehari atau dua hari sebelum puasa dimulai. Disebut juga sebagai meugang sa atau meugang dua. Di Aceh tradisi ini sudah terjadi turun menurun sejak zaman Kerajaan Aceh dulu. Tak berlebihan jika kukatakan terasa hamba…

Jangan Menangis, Adikku....

Jangan menangis adikku,

Karena air matamu adalah pedang yang sangat tajam. Mendengar suara tangismu seperti merasakan sebilah pedang menyayat hatiku secara perlahan. Mengiris-ngiris hingga menjadi remuk tak berbentuk.

Jangan menangis adikku,

Aku tak ingin mengatakannya, tapi harus kukatakan. Bahwa kehidupan itu hanya akan memihak pada mereka yang kuat. Karenanya janganlah pernah menjadi lemah apalagi menyerah.

Aku tak punya kata-kata yang tepat untuk menghibur hatimu yang lara. Aku memahami dengan sangat segala hal tak menyenangkan yang kau alami. Raga kita terpisah jauh, tapi percayalah jiwa dan hatiku selalu bersamamu. Kau adalah bagian dari doa-doaku yang panjang.

Jangan menangis adikku,

Sebab kekecewaan tak selamanya perlu diperlihatkan lewat air mata. Kita harus mendapatkan satu persatu bintang di atas sana, menolehlah ke atas, banyak hal indah yang bisa kau saksikan di atas sana. Langit-langit biru dengan gumpalan awan selaksa kapas, daun-daun yang tak pernah bosan bermanja den…