Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2009

Sound of Heart

sore ini,
ketika kebingungan lelah membungkus diri
arti sebuah kemenurutan dapat kupahami dengan utuh
seolah-olah ini adalah penjabaran dari apa yang kutuliskan malam kemarin
lalu ketika tergopoh-gopoh aku mengirimkan kepadanya

malamnya,
tatkala aku berpesan, ingin membacakan untuknya
dan aku akan menunggunya dengan sepenuh cinta

hari ini,
ketika matahari baru saja melewati dhuha
catatan itu telah kubacakan
namun tidak dengan suara nyaring seperti biasanya
tetapi dengan kecemasan dan rasa bingung
dan juga ketidak mengertian

tetapi sore ini,
aku telah memahami semuanya dengan sempurna
tak ada cinta tanpa keikhlasan untuk mendengarkannya

Cinta

Di kamar ini, dalam ruangan kecil yang tak terlalu lapang, sangat sering aku menatap langitnya yang coklat. Dengan mata menerawang menelanjangi seluruh isi kamar. Lamat-lamat hingga akhirnya aku tertidur di atas sepotong kasur yang tak begitu empuk. Di samping kasur, sebuah alat elektronik berbentuk tipis petak berwarna hitam, bermerk Axio kadang kubiarkan menyala dengan bait-bait lagu yang menjadi pendongeng hingga akhirnya mata ini mengatup pelupuknya. Seperti samar, kadang-kadang wajah lelakiku datang, mulutnya bergumam-gumam menyenandungkan lagu-lagu yang mengalun pelan. Membisikkannya pada telingaku sebelah kanan, aku mendengarnya penuh selaksa. Kubiarkan ia menyentuh dahiku dengan jemarinya yang lembut dan hangat. Pada saat itu setengah diriku tak tidur sempurna. Aku tahu itu seperti mimpi tetapi seperti mimpi yang menjadi nyata. Aku pernah merasakannya, dan mimpiku mengulangnya dengan sempurna. Di kamar ini juga, kadang dengan kelelahan yang membalut seluruh diri. Sering kupertany…

Surat dari Mak*

Ini adalah hari ketiga di mana ia tak bisa memejamkan mata, apalagi tidur, badannya terasa letih, tapi ia tak berhasil mengistirahatkannya. Namun semua itu tidaklah terlalu berarti bila dibandingkan dengan penat yang dirasakan oleh pikiran dan batinnya. Ia tak menemukan jalan keluar atas gundah yang memasung jiwanya dan kalaupun ada pasti akan menyulitkan salah satu dari mereka; dirinya atau ibunya!Itulah yang membuatnya gulana tiga hari ini. Sebagai anak, tentu saja ia sangat menyayangi ibunya walaupun ia tak pernah mengatakan itu secara langsung, seingatnya ia tak pernah bersikap kasar dan melawan ibunya. Meskipun ia diam-diam sering berontak. Dan kali ini, apakah ia akan tetap menuruti kemauan ibunya? Dan bila iya maka itu sama saja dengan bunuh diri. Menggadai masa depan dan mengkebiri kreativitasnya. Mandul!Minah bangkit dari tidurnya, hujan deras sejak pagi membuatnya tak bisa beraktivitas seperti biasanya, ia terkungkung di kamar kecil ini. Ia melangkah ke luar menuju ruang tam…