Rabu, 01 Juni 2016

Jangan Menangis, Adikku....


Jangan menangis adikku,

Karena air matamu adalah pedang yang sangat tajam. Mendengar suara tangismu seperti merasakan sebilah pedang menyayat hatiku secara perlahan. Mengiris-ngiris hingga menjadi remuk tak berbentuk.

Jangan menangis adikku,

Aku tak ingin mengatakannya, tapi harus kukatakan. Bahwa kehidupan itu hanya akan memihak pada mereka yang kuat. Karenanya janganlah pernah menjadi lemah apalagi menyerah.

Aku tak punya kata-kata yang tepat untuk menghibur hatimu yang lara. Aku memahami dengan sangat segala hal tak menyenangkan yang kau alami. Raga kita terpisah jauh, tapi percayalah jiwa dan hatiku selalu bersamamu. Kau adalah bagian dari doa-doaku yang panjang.

Jangan menangis adikku,

Sebab kekecewaan tak selamanya perlu diperlihatkan lewat air mata. Kita harus mendapatkan satu persatu bintang di atas sana, menolehlah ke atas, banyak hal indah yang bisa kau saksikan di atas sana. Langit-langit biru dengan gumpalan awan selaksa kapas, daun-daun yang tak pernah bosan bermanja dengan angin, burung-burung yang mengepakkan sayap dengan sempurna, membelah cakrawala tanpa pernah merasakan ketakutan.

Adikku,

Bukan karena jauh, lantas aku tak memahami apa yang kau rasakan. Bukan karena jauh aku lantas akan abai padamu. Sungguh, yang selalu kurindukan darimu adalah rengek manjamu yang kadang menyebalkan. Bukan suara tangis yang terasa lebih menggelegar dari gemuruh di tengah hari.



Adikku,

Bersabarlah. Jika hidup ini mudah, maka kesuksesan menjadi sama sekali tiada artinya. Jika hidup ini mudah maka perjuangan menjadi sia-sia. Terkadang kita harus menukarkan apa yang kita minum dengan air mata yang bertubi-tubi tumpah. Harus merelakan perasaaan kita terluka bahkan dicabik-cabik orang lain.

Adikku,
Jangan menangis lagi...
Hapus air matamu. Abaikan semua hal yang mengganggumu. Abaikan semua orang yang menyakitimu. Tulikan telingamu pada ucapan-ucapan yang tak ingin kaudengar. Butakan matamu dari hal-hal yang tak ingin kau lihat. Bisukan lidahmu dari hal-hal yang tak ingin kau katakan.[]

Previous Post
Next Post

Coffee addicted and mother of words

0 komentar:

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)