Sahabat Sahabat Raran

Srrrrttttttt…..terdengar suara kursi digeser. Beberapa detik kemudian tombol on ditekan dan layar computer menyala. Situs-situs penghuni asrama dunia maya mulai kasak kusuk, ada yang bisik-bisik, ada yang tenang dan santai ada juga yang pucat, lemas tak bersemangat. Yang ini adalah situs-situs yang sifatnya berita, biasanya setelah dibuka dan dilihat head line nya saja dia akan dibiarkan berjam-jam dan tidak dilihat lagi hingga akhirnya di close. Si News pun lemas membayangkan kemungkinan serupa hari ini.
Yang paling genit dan tampak girang diantara mereka adalah si Yahoo. Wajahnya berseri-seri, bibirnya tak putus-putus menyunggingkan senyum, ia berjalan kesana kemari seolah-olah ingin menunjukkan bahwa dirinyalah yang pertama kali di klik nantinya.
“Kenapa News…kok murung nih…takut kayak hari-hari kemarin lagi ya…” tanyanya dengan gaya dibuat-buat kepada News.
News mengangkat mukanya, menoleh ke arah Yahoo sebentar lalu menunduk lagi seperti semua, duduk manis dipojokan. Anak satu ini memang agak pendiam, apalagi bila sudah berhadapan dengan Yahoo yang centil, bawel dan resek.
Klik! Raran mulai membuka explorer. Sesaat kemudian sebuah home page sudah muncul, Yahoo kaget sekali menyaksikan itu, ia menggerutu kecil, tidak ada yang tahu.
“Siapa sih si Blogger itu, kok akhir-akhir ini kayaknya selalu dia yang duluan dibuka Raran.” Gelisah hatinya. Ia berusaha setenang mungkin dan menutup kecemburuannya kepada Blogger.
Blogger adalah penhuni baru asrama dunia maya ini.
Tik tik tik…Raran memasukkan user name dan passwordnya lalu enter. Sambil menunggu proses berikutnya ia membuka halaman web baru. Klik! Yahoo tersenyum lagi. Kali ini pasti aku nih yang dibuka Raran, batinnya senang. Mana mungkin aku keduluan lagi sama yang lain, Raran kan harus cek email, chatt dan melakukan pencarian apa saja. Fasilitasku banyak. Yahoo memuji diri sendiri.
Tapi…untuk kedua kalinya Yahoo harus menelan kecewa, kali ini Raran membuka Mas Afo alias aceh forum. Dan Raran tenggelam disana, dia memberi komentar, melakukan postingan, gadis itu tampak sangat menyukai Mas Afo. Berikutnya yang dibuka adalah Om Google, Astaga dan si imut ms Word. Yahoo hampir saja menangis melihat semua itu kalau saja tidak mengingat malu. Tadi dia sudah begitu belagunya didepan News sekarang malah dia yang nggak jelas nasibnya. Bagaimana mungkin Raran yang doyan banget internet itu lupa padanya, itu yang selalu membuatnya takhabis pikir.
“Nanti juga pasti dibuka kok…”ucap Blogger pelan seolah tahu isi hati Yahoo. Yahoo terhenyak, Blogger…makhluk yang dibencinya karena telah merebut posisinya dihati Raran.
“Tapi dia kan harus chatt dengan Nanda dan Neno, cek email, semuanya deh…” Yahoo masih belagu juga. Membuat yang lainnya agak eneg melihat dia, mungkin dia besar kepala karena banyak yang menggunakannya. Anak orang kaya, dari kelas atas lah.
“Hari ini minggu non, si Nanda ngga onlen dia, sedangkan Neno apa kamu lupa ya kalau sudah enam bulan ini mereka chatt pake google talk.” Jawab Om Google dari tempat duduknya. Yahoo melongos. Benarkah? Selama itu kah?
“Program Yahoo chatt di kantor Neno kan di block, makanya dia ngga make kamu lagi….hihihi…” Om Google terkikik. “lagian pake kamu ngga aman…bisa disadap” tambahnya membuat panas si Yahoo yang manja.
Sudah beberapa bulan terakhir ini Google memang mendapat tempat istimewa dihati Raran, dia dijadikan sebagai LO bagi tamu-tamu istimewa Raran.
“Kirimnya ke gmail aja ya…” begitulah selalu Raran mempromosikan dirinya setiap kali orang-orang istimewanya bertanya “Kemana dikirim suratnya.” Di google juga tidak berjubel seperti di Yahoo, hanya yang penting dan istimewa saja disana. Ini memang memberi kebanggaan tersendiri bagi Om Google, apalagi beberapa minggu ini Bloggernya Raran juga udah di switch ke google. Raran pun selalu memanfaatkan google searc untuk melakukan pencarian.
“Udah lah Hoo…ngga usah sedih gitu, ngapain pake nangis segala. Ntar juga di buka kok, percaya deh sama Teteh…” Ucap Blogger lembut dan bijak, dia sudah ketularan Raran sekarang selama dijadikan rumah mayanya oleh si Raran, Raran telah mengajarkan banyak hal padanya, kesabaran, mandiri, besar hati dan lapang dada. “kan banyak tuh email yang masuk kekamu setiap harinya.” Lanjutnya lagi sambil merangkul Yahoo.
“Memang sih banyak email yang masuk ke Yahoo, tapi email dari siapa dulu…paling juga dari milis yang isinya hujat sana hujat sini, ejek sana ejek sini, maki sana maki sini, bikin Raran mual dan mau muntah kayak orang dudul bacanya.” Kali ini Afo menjawab ketus. Dia sama sekali tidak peduli kepada Yahoo yang matanya udah sembab karena kebanyakan nangis.
“Afo!!!” teriak Blogger geram.
Afo cengengesan, maklum anak muda, darahnya masih panas apalagi untuk mengusili anak seperti Yahoo. Tapi mendengar bentakan blogger dia memilih diam, tidak ada untungnya berurusan dengan Teteh Blogger pikirnya.
“Bukan gitu teh Blogger, belajar tahu diri dikit kenapa sih dia…ini hari minggu, mana ada orang yang peduli dengan surat menyurat dan milis, apalagi nyari bahan kuliah. Yang kayak kita dong Teteh sayang…tempat nongkrong asik, banyak temennya dan bisa tukar fikirian, juga untuk menyalurkan bakat bagi Raran. Bukannya karena Teteh Raran jadi keranjingan nulis kayak sekarang?” Afo malah makin menjadi-jadi. Sebenarnya dia sudah berniat tutup mulut tadi, tapi melihat Yahoo meleletkan lidahnya Afo jadi berang.
“Afo…!!!” lagi-lagi Blogger Cuma bisa berteriak.
Apa yang dikatakan Afo memang benar, tapi harusnya dia juga bisa memahami perasaan Yahoo dong. Lagi sedih malah tambah dibikin sedih. “Kalau ngomong di rem dikit dong.”
“Hihihihi…..”
Yahoo malah makin lemes, biasanya walaupun agak telat Raran selalu membukanya, tapi hari ini???
“Huhuhuhu….” suara tangisannya memilukan
“Udah deh Hoo…baru sekali ngga dibuka aja udah sewot begitu, dulu aku juga pernah berbulan-bulan mengeram diperut kamu kan? Padahal awalnya Raran sendiri yang minta di invite sama Zulags.”
“Waktu itu si Raran belom ngeh tuh sama kamu…” News yang dari tadi diam ikut buka suara dan seperti mengingatkan si Google.
“Iya juga ya..oh..iya, aku ingat sekarang…” Om Google mengerut kan keningnya “Raran beberapa kali pernah membuka account ku tapi selalu error.” Om Google tersenyum senang.
Yahoo ingin menghilang saja rasanya mendengar perbincngan penghuni asrama, tadi dia sempat senang karena si Google lebih kurang pernah mengalami hal yang sama, tapi itu ternyata bukan keinginan Raran melainkan karena dia yang belum mengenal Om Google ketika itu.
Perdebatan-perdebatan kecil itu terus terjadi, Blogger sampai kewalahan menghadapi mereka semua. Dia jadi merasa tidak enak, karena dari tadi hanya dia yang diutak-atik oleh Raran, lalu sebentar-sebentar…
“sudahkan anda membuka www.Raran.blogspot.com siang ini?” begitu juga sore, malam, pagi…kapan saja Raran online. Si Afo tentu saja makin senang karena Raran ikut mempromosikannya juga. Bahkan diam-diam sekarang Blogger punya secret admirernya sendiri.
“Lihat saja di daftar pengunjungnya, sudah ribuan.” Ucap Om Google.
“Tapi di Yahoo kan juga sering, dijadiin status lagi…” lagi-lagi Blogger berusaha menengahi. Ia menghela nafas berat, lelah juga menghadapi Yahoo yang manja dan mas Afo yang Bengal.
Raran meremas jari-jarinya, pegel juga setelah seharian mengurusi Blogger dan Afo, menekan-nekan keyboard dan bermain dengan kata-kata. Handphonenya berbunyi…sebuah pesan masuk.
“Pesannya dikirim ke Yahoo”
Klik! Explorer ditekan lagi.
Yahoo melompat-lompat saking senangnya.
“Tuhkan, teteh bilang juga apa…Raran ngga mungkin lupain kamu” Blogger memeluk Yahoo.
“Makasih ya teteh…mas Afo dan om google”
“Makanya jangan negative thinking…” teriak si News ditempatnya.
Dia masih sama, dibuka, dilihat headline nya, lalu dibiarkan begitu saja selama berjam-jam.

Komentar