Rabu, 16 Mei 2007

kalimat rindu

“Tanggal 16 abang keluar pulau. Masih ingat kan pesan abang?” tanyamu seraya mengingatkan. Aku mengangguk. Dalam hati.

“dua hari lagi? Bukankah seharusnya seminggu lagi?” Tanya ku dengan air mata yang berloncatan keluar.

“kamu menangis?”

“iya,”

“kenapa?”

“masih dipertanyakan kenapa?”

Kita sama-sama diam. Berkali-kali aku menghela napas, ini bukan yang pertama kali, tapi sudah menjadi rutinitas sejak bertahun-tahun yang lalu. Aku selalu takut saat kau mengatakan, lusa, besok dan hari ini, pukul ini. “aku keluar pulau….” Tak ada yang bias ku lakukan selain menatap mu lama-lama dengan irama jantung yang tidak bisa diterjemahkan.

“aku rindu.” Ucap ku akhirnya melepas sunyi.

“sama”

“aku ingin memeluk, mengikuti irama jantung mu yang teratur….”

"bukankah aku selalu memeluk mu? menemani kemana pun kau pergi? begitu juga sebaliknya, sekalipun itu hanya ada dalam pikiran kita."

Previous Post
Next Post

Coffee addicted and mother of words

0 komentar:

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)