Catatan Terakhir di Bulan April

adalah engkau yang tersisa dari rindu setelah hujan semalam, yang memberiku kesempatan lebih untuk mendengar gumamanmu yang beruntun, serupa rintik hujan yang terus bergulir. dan tentang kelebat rindu yang masih bergantungan di pucuk-pucuk hati, meleleh mengaliri lekuk-lekuk jiwa yang absurd.

di penghujung april yang basah, serupa malam-malam yang kalut oleh perasaan yang entah, tak dapat didefinisikan, sebab semuanya adalah akumulasi dari kegelisahan, rasa senang, bahagia dan suka cita, mungkin seperti rasa lega yang muncul setelah melepaskan nafas yang panjang berkali-kali.

aku, yang menanti sesuatu darimu, mungkin seperti ciuman kepik di ranting-ranting daun, bergerak pelan dan merambati adrenalin. entahlah, membawaku pada perjalanan, untuk memenuhi keinginanmu (atau keinginanku), tentang sesuatu yang kau sebut kalung pinggang itu, aku telah mendapatkannya pagi menjelang siang tadi.

aku cemburu pada ikan-ikan yang sering kau kunjungi, juga pada tanah-tanah yang sering kau pijak, juga pada langit-langit yang kau junjung, mungkin juga pada ranjang yang sering menyepuh punggungmu.

kali ini, tanpa meminta pendapat pada siapapun, aku ingin mengikuti apa yang diinginkan hatiku, untuk memiliki gumaman beruntunmu, untuk suaramu yang patah-patah, untukmu yang telah melibatkan diri dalam ketinggian imajiku.

30 april 2011

(SM)

Komentar