Langsung ke konten utama

Aishaderm; Klinik Cantik Muslimah yang Bukan Sekadar Tagline


Seorang wartawan melihat shampoo Aishaderm yang terdapat dalam bingkisan. Selain shampo juga terdapat gelas cantik @ihansunrise.com

KESAN teduh dan damai langsung tertangkap indera begitu aku memasuki Klinik Aishaderm di Jalan Sultan Mahmudsyah No. 4-5 Banda Aceh, Kamis pagi, 23 November 2017. Interiornya didominasi warna cokelat, tampak serasi dengan kombinasi hijau dan putih yang diaplikasikan pada seperangkat sofa dan ornamen dinding. Sambutan hangat dari pegawainya yang juga berkostum senada menambah semangatku untuk terus melangkah.

Ihansunrise.com mendapat kesempatan menghadiri konferensi pers untuk melihat-lihat sekaligus merasakan perawatan langsung dari Klinik Aishaderm. Hari ini, Sabtu, 25 November klinik ini resmi hadir dan beroperasi di Banda Aceh . Sejak awal mendapatkan tawaran 'hibah' dari Liza, aku sangat bersemangat. Penasaran, seperti apa sih Klinik Aishaderm ini yang digadang-gadang sebagai "Klinik Cantik Muslimah ini".

Seperangkat produk yang telah di-display di atas meja langsung menarik perhatianku. Sebelumnya aku juga berkenalan dengan Mbak Ined, Marketing Aishaderm Pusat yang bermarkas di Sidoarjo, Jawa Timur, juga dengan Mbak Yuanita selaku Branch Manager Aishaderm Banda Aceh.

Kembali ke produk tadi, berhubung para undangan lainnya belum banyak yang hadir, aku dan cutdekayi.com tak menyia-nyiakan kesempatan. Berbekal kamera yang sudah siap tempur, kami langsung jepret-jepret produk dan interiornya yang memang sangat eye catching. Cekrekkk!!!

Steril dari Pengunjung Laki-laki

@ihansunrise.com

Sesaat sebelum acara dimulai, aku dan cutdekayi.com sempat bincang-bincang seputar tempat perawatan kecantikan perempuan di Banda Aceh. Salah satu kriterianya harus 'steril' dari laki-laki. Bagi kita yang muslimah faktor ini menjadi sangat penting. Soalnya ada salon & spa yang didaulat khusus untuk perempuan, eee tak tahunya pernah ada laki-laki yang masuk main selonong saja. Kan bikin nggak nyaman jadinya.

Ternyata inilah yang sangat dipahami Aishaderm. Mbak Ined dalam keterangannya saat konferensi pers mengatakan, Klinik Aishaderm benar-benar women only. Laki-laki pantang masuk. Tetapi bukan berarti mereka tidak memberi solusi kalau ada pria yang datang untuk membeli produk. Di sinilah uniknya, sebab ada pintu khusus bagi konsumen laki-laki yang hanya menjangkau bagian market tempat produk-produk dipajang. Terus, gimana kalau ada pria yang datang untuk mengantarkan pasangannya? Mohon maaf ya Mas, Abang, Om, monggo tunggu di luar saja.

Beberapa teman perempuan saat kuberitahu soal ini langsung antusias. Mereka langsung girang karena kini punya klinik perawatan yang representatif untuk dikunjungi.

Para pegawai dan therapist-nya --yang semuanya pekerja lokal-- juga menggunakan hijab. Mereka tetap tidak melepaskan hijabnya saat sedang memberi perawatan bagi pasien, padahal sedang ada di ruang khusus. Keren kan? Kalau seperti ini, baru namanya bukan sekadar tagline.

Manfaat Buah Kurma dan Tin



Krim siang di pojok market Klinik Aishaderm @ihansunrise.com


Kurma dan tin telah lama diketahui memiliki manfaat yang baik untuk kecantikan. Kurma, dengan kandungan 0% gula, lemak, protein, dan mineral lainnya seperti asam folat dan magnesium, membantu melembabkan kulit serta berfungsi sebagai antipenuaan dini. Kandungan vitamin B6-nya juga akan membantu mencerahkan kulit.

Sementara buah tin dipercaya memiliki kandungan mineral alkali yang bisa mengontrol Ph kulit dengan sangat baik, membantu mengatasi jerawat, dan mencerahkan kulit. Dengan dua manfaat ini yang diproses dengan teknologi tinggi Aishaderm diharapkan menjadi solusi muslimah agar tampil lebih percaya diri dengan kulit yang sehat.

Tetapi, pesan Mbak Ined, yang terpenting bagi kita adalah mengenali diri sendiri. Dalam artian, mengenali jenis kulit kita sendiri sehingga bisa melakukan perawatan dan memilih produk yang cocok sesuai kulit. Dan yang lebih penting lagi kata Mbak Ined, cantik itu tidak selalu identik dengan kulit putih. Apalagi untuk kulit orang Indonesia khususnya Aceh yang tinggal di daerah tropis. Ada macam-macam warna kulit. "Kulit yang cantik adalah kulit yang sehat, warnanya merata," lebih kurang seperti itu kata Mbak Ined dalam konferensi pers.

Selain itu Aishaderm yang diproduksi oleh PT. Dion Farma Abadi ini juga sudah memiliki sertifikat Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Dan yang paling penting ada sertifikat halal dari MUI, jadi insya Allah aman untuk dipakai. Produk-produknya diracik dengan teknologi NANOSOME yang mampu mengubah partikel menjadi satu juta kali lebih kecil, sehingga bisa diserap maksimal oleh kulit.

Jenis Produk

Aneka produk Aishaderm yang diracik oleh dr. Fredy @ihansunrise.com

Aishaderm memiliki aneka varian yang bisa disesuaikan dengan jenis kulit dan masalahnya. Memang tidak seru kalau nggak lihat langsung, tapi setidaknya rincian ini bisa sedikit memberi gambaran. Ini dia jenis-jenis produknya:


Facial Jawhara Kurma
=> Perawatan kulit wajah menggunakan bahan alami yang berasal dari kurma berfungsi untuk relaksasi, melancarkan peredaran darah, membersihkan komedo, melembabkan dan mencerahkan kulit wajah.

Produk ini memiliki tiga varian lainnya yaitu Facial Jawhara Kurma for Acne, Facial Jawhara Kurma for Bright, dan Facial Jawhara Kurma for Anti-Aging.

Facial O2 Afiyah 
=> Memiliki tiga varian yaitu untuk Acne, Brightening, dan Anti-Aging.

Jawhara Peel GL

=> Perawatan peremajaan kulit wajah menggunakan bahan natural peeling untuk kulit normal yang berfungsi mengangkat sel kulit mati dan mensitumulasi pertumbuhan sel kulit baru, melembabkan, mengencangkan, dan mencerahkan.

Jawhara Peel Acne
=> Perawatan peremajaan kulit wajah menggunakan bahan natural peeling untuk kulit berjerawat yang berfungsi mengangkat sel kulit mati dan mensitumulasi pertumbuhan sel kulit baru, mengurangi dan mengatasi jerawat serta mencerahkan.

Najma Peel
=> Perawatan peremajaan kulit wajah menggunakan bahan natural peeling untuk kulit sensitif/kering/normal yang berfungsi mengangkat sel kulit mati dan menstimulasi pertumbuhan sel kulit baru, melembabkan, mengencangkan, dan mencerahkan.

Aisha Radiofrekuensi
=> Perawatan pengencangan dengan menggunakan teknologi gelombang radiofrekuensi yang dapat meningkatkan metabolisme sel kulit dan pembentukan kolagen sehingga membuat kulit kembali kenyal, lembab, dan kencang.

Aisha Mesotherapy
=> Perawatan wajah dan tubuh dengan cara mentransfer natural produk ke dalam target organ menggunakan alat mesigun yang berfungsi untuk mengurangi kerutan, pigmentasi/flek, kantung mata, strecthmark, selulit dan juga lemak pada area tertentu.

Aisha Mesotherapy for Hair
=> Perawatan rambut dengan cara mentransfer natural produk ke dalam kulit kepala dengan menggunakan alat mesogun yang berfungsi mengurangi kerontokan dan ketombe.

Aisha Light Therapy
=> Masing-masing terdiri dari light BLUE and RED, masing-masing untuk membasmi jerawat dan membuat kulit kencang.

Aisha Light Therapy for Hair
=> Perawatan menggunakan gelombang merah untuk merangsang pertumbuhan kolagen dan elastin yang bisa mengurangi kerontokan dan ketombe.

Aisha Jetpeel
=> Perawatan kulit wajah dan tubuh dengan menggunakan bahan alami yang dikombinasikan dengan tekanan oksigen tinggi untuk memperbaiki metabolisme kulit untuk peremajaan, pencerahan, antiaging, dan strectmark.

Aisha Jepeel for Hair
=> Perawatan rambut dengan menggunakan bahan alami yang dikombinasikan dengan tenakan oksigen tinggi untuk memerbaiki metabolisme kulit kepala sehingga membantu mengurangi kerontokan rambut dan ketombe.

Konsultasi Gratis

Seorang therapist sedang mepraktikkan perawatan wajah @ihansunrise.com
Klinik ini juga menyediakan dua dokter untuk memberikan konsultasi bagi customer. Jadi, sebelum memutuskan akan melakukan perawatan apa dan menggunakan produk apa, bisa tanya-tanya dulu pada dua dokter yang akan selalu standby yaitu dr. Harfina dan dr. Ika. Calon customer juga tidak diwajibkan membeli produk atau melakukan perawatan kalau misalnya setelah konsultasi tiba-tiba ingin langsung pulang. Asyik kan ya... jadi kita benar-benar dibuat nyaman di sini.

Sebagai informasi tambahan, klinik ini juga menyediakan ruang salat yang nyaman di lantai satu. Di lantai dua ada ruang khusus laktasi bagi ibu-ibu yang mungkin saja membawa bayi. Duh... dimanjakan banget ya. Eit... satu lagi, harganya juga terjangkau banget. Untuk produk-produk misalnya, berkisar antara Rp30-100 ribu. Sementara untuk perawatan mulai dari Rp60 ribu. Huff.... jadi ingin balik lagi ke Klinik Aishaderm. Yuk ahh...!!


Komentar

  1. Gagal fokus lihat fotonya kak.
    Cakep kali. Semacam di Tapak Tuan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)

Postingan populer dari blog ini

Mau Cantik, Kok Ekstrem?

ilustrasi TIDAK seperti biasanya, pagi tadi pagi-pagi sekali bibi sudah membangunkanku. Padahal beberapa menit sebelum ia masuk ke kamar, aku baru saja menarik selimut. Berniat tidur lagi karena hari Minggu. Tapi... "Kak, bangun!" katanya. Meski dia bibiku aku tetap saja dipanggilnya 'kakak'. Maksudnya 'kakak' dari adik-adik sepupuku. "Coba lihat wajah Bibi," sambungnya sebelum aku menjawab. Aku bangun. Dan ops! Untung saja aku bisa mengontrol emosiku. Kalau tidak aku pasti sudah berteriak. Kaget dengan perubahan wajahnya.  "Merahnya parah ngga?" cecarnya. "Parah!" jawabku. Jujur. Setelah menyampaikan 'uneg-uneg' soal wajahnya yang mendadak berubah itu si bibi kembali masuk ke kamarnya. Mungkin tidur. Mungkin mematut wajahnya di cermin. Aku, tiba-tiba saja nggak selera lagi untuk tidur. Bibiku seorang ibu muda yang mempunyai tiga anak. Umurnya sekitar 32 atau 33 tahun. Perawakannya mungil, kulitnya putih k

Nyamannya Kerja Sambil Ngopi di Pinggir Krueng Aceh

Enakkan duduk di sini? :-D Selama Covid-19 ini saya memang lumayan membatasi bertemu dengan orang-orang. Inisiatif untuk mengajak teman-teman nongkrong jarang sekali saya lakukan. Kalau ke kedai kopi, hampir selalu sendirian saja. Kalaupun sesekali bersama teman, itu artinya sedang ada pekerjaan bersama yang tidak memungkinkan kami untuk tidak bertemu. Atau karena ada sesuatu yang perlu didiskusikan secara langsung.  Ini merupakan ikhtiar pribadi saya sebagai tindakan preventif di tengah kondisi pandemi yang semakin tidak terkendali. Teman-teman saya sudah ada yang terinfeksi. Saya turut berduka untuk mereka, tetapi saya pun tidak bisa berbuat banyak selain mendukung mereka khususnya secara morel. Nah, balik lagi ke cerita kedai kopi tadi. Ada beberapa kedai kopi yang akhir-akhir ini menjadi langganan favorit saya. Tak jauh-jauh dari kawasan tempat saya tinggal di Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh. Walaupun akhir-akhir ini sebagian besar waktu saya ada di rumah, teta

Taare Zameen Par, setiap anak adalah "bintang"

@internet SUDAH dua kali saya menonton film  Taare Zameen Par atau Like Star on Earth. Dua kali pula saya menangis. Ini di luar kebiasaan, sebab saya bukan orang yang mudah menitikkan air mata, apalagi hanya untuk sebuah film. Tapi film yang dibintangi Aamir Khan dan Darshel Safary ini benar-benar beda, mengaduk-ngaduk emosi. Masuk hingga ke jiwa. Film ini bercerita tentang bocah berusia 8-9 tahun (Darshel) yang menderita dyslexia. Dia kesulitan mengenal huruf, misalnya sulit membedakan antara "d" dengan "b" atau "p". Dia juga susah membedakan suku kata yang bunyinya hampir sama, misalnya "Top" dengan "Pot" atau "Ring" dengan "Sing". Bukan hanya itu, dia juga sering menulis huruf secara terbalik. Kondisi ini membuat saya teringat pada masa kecil, di mana saya juga sering terbalik-balik antara angka 3 dengan huruf m. Akumulasi dari "kesalahan" tersebut membuatnya tak bisa membaca dan menulis, n