Selasa, 11 Juli 2006

"Sandaran Hati"

"Sandaran Hati"
yakinkah kuberdiri
di ampa tanpa tepi
bolehkan aku mendengarmu
tuk kubur dalam emosi
yang tak bisa tersembunyi
aku dan nafasku merindukanmu
terpuruk kudisini
terangi ayat sepi dan kutahu pasti kau menemani
dalam hidupku kesendirianku
teringat ku teringat
pada janjimu ku terikat
hanya sekejap ku berdiri
kulakukan sepenuh hati
peduli klu pedeuli
siang danmalam yg berganti,
sediku ini tak ada arti
jika kau lah sndaranhati
kau lah sandaranhati......
inikah yag kau mau
benarkah ini jalanmu
hanyalah engkau yg ku tuju
pegang erat tanganku
bimbing langkahku aku hilang tanpa hadirmu
dalam gepanya

malam hariku
teringat ku teringat pada janjimu ku trtikat
hanya sekejap ku berdiri
kulakukan sepenuh hati
peduli klu pedeuli siang dan malam yg berganti
sediku ini tak ada arti jika kau lah sndaran
hati kau lah sandaranhati
sandaran hati........

"Ku katakan sesuatu untuk mu"

"Ku katakan sesuatu untuk mu"
persembahan untuk seseorang
jika saja aku diberi kesempatan untuk memilih dan memelihara dari sekian bunga yang ada ditaman hatiku, ijinkan aku memilih Melati saja dari sekian bunga-bunga yang lain. bukan aku ingin mengatakan mawar itu tak indah, atau kenanga itu tak harum karenanya aku tak memilih mereka. bukan, bukan karena itu. aku memilih Melati karena ada kebersahajaan dari kesederhanannya. bunga-bunga lain, menganggapnya tak istimewa barangkali, daunnya tidak terlalu bagus dan bungannya kecil, dia juga jarang dilihat orang karena pohonnya yang kecil. bunganya juga tidak warna-warni seperti bunga yang lain. tapi disanalah letak kekagumanku padanya, pada Melati yang menjelma dalam bayang-bayang mu. yang tidak pernah berubah meski hujan dan panas menerpamu, kau jarang dipetik oleh tangan-tangan jahat bukan karena kau tak elok, tapi karena mereka tak pintar melihat keanggunanmu. percayalah...kalaupun aku memilihmu bukan untuk memasungmu dalam kerangkeng besi hingga untuk bernafaspun kau kesulitan.
lihatlah pada kesakralan cinta, hanya kau yang ditebar, itu karena harummu tak terperikan, lihat pula, apa Mawar pernah bersanding denganmu untuk mensejajarkan kesederhanaannya? tidak. karena itu, kalaupun aku memilikimu tak lebih hanya untuk membuatmu merasa lebih berarti. tap pernah berniat untuk menyakiti atau menyiksamu.
aku ingin kita merasai hari bersama, merasai indahnya cakrawala bersama, merasai bahwa kita sama-sama berarti dan ingin selalu berarti. merasai mendung dan gelisah dalam geliat ritme yang teratur dan rapi, hanya itu yang kuingin, tidak lebih, apa salah jika kemudian aku ingin menaruhmu di salah satu ruang dihatiku yang tidak terlalu besar ini? yang sebagiannya telah terisi oleh asap dan polusi kota metropolitan ini. agar kau terhindar dari tangan-tangan jahil yang senantiasa ingin merusakmu? memetikmu lalu mencampakkkanya dalam semak-semak. dan aku, sesekali ikut merasai aromamu yang segar itu, itupun kalau kau mengijinkan. dan aku tidak pernah memaksa.

"Menebus Cemburu"

"Menebus Cemburu"
dengan ditemani
hujan dan gelisa....
kalau hari ini kau bertanya padaku siapa yang paling aku sayangi dan cintai, jawabku adalah kamu. kalau kau bertanya mengapa jawabku adalah karena kau sering membuatku ingin menangis. bilapun kau masih bertanya begityu aku akan menjawab begini,
sekarang duduklah dengan manis dihadapanku, tatap kedua bola mataku, apa aku sanggup membalas tatapanmu yang lembut itu? kemudian pegang kedua tanganku, apa aku terasa gemetar? lalu, letakkan sebelah tanganmu ke dadaku, apa kau merasakan deguban jantungku yang tak beraturan? lihatlah bibirku, apa kelihatan bergerak-gerak seperti ingin berbicara namun tak ada sepatah katapun yang terkatakan? apa aku menunduk? apa aku berusaha melepas genggaman tanganmu?apa aku kelihatan pucat? apa aku sesekali terpejam dan mafasku tak beraturan?
baik, sekarang sudah cukup. cukup kau menjawabnya dalam hati saja. sekarang, apa kau percaya bahwa rindu dan sayangku hanya untuk mu seorang? apa kau percaya bahwa malam-malam yang terlewati hanya kau yang ada dalam teriakan-teriakan rinduku? kau percaya ketika aku ingin tidur tetapi tiba-tiba aku bangun hanya untuk menulis sesuatu untukmu, itu karena aku ingat kamu.
ah, rasanya kamu tidak akan percaya, tanganku telah pegal. tubuhku letih dan penat, kepalaku pusing tetapi aku tidak ingin beranjak dari dekatmu hingga kau yang meninggalkanku. tanpa permisi, tanpa pamit. pun begitu aku tidak marah, hanya ada sedikit rasa kesal dihati, bukan hanya padamu tapi kepada semua orang yang melakukan hal yang sama, aku tidak suka cara begitu, tidak sopan. tapi baiklah, aku tidak akan menyalahkanmu, mungkin saja disconect atau listriknya sedang mual, itu semua bisa saja terjadi.
apa sekarang kau percaya dengan semua yang kukatakan?
tidak percaya juga tidak apa-apa. bukankah kata orang-orang, cinta adalah banyak memberi kalaupun harus menerima itu bukan karena dipinta. cinta adalah kerelaan dan bukan paksaan. ups, maaf, bukan aku sok tahu tentang cinta, ituhanyalah kata orang-orang saja. atau kau akan menjelaskannya padaku?
lihatlah sekarang, kantukku hilang, mataku melebar. bukan karena yang lain tapi karena kamu. lagi-lagi terlalu jujur. sekarang jantungku benar-bernar berdebar, melebihi debaran ketika dua bocah saling berebutan dipangkuanku, ketika keduanya berebutan mintal untuk diperhatikan lebih dari yang satunya. anak-anak ku yang lucu, penghilang rasa lelah dan kantukku. tetapi kamu bisa melakukan lebih hebat lagi dari apa yang mereka lakukan. kalau mereka sesekali hanya membuatku kesal, maka kau bisa membuatku menangis, entah karena sedih atau karena terharu. kalau mereka senantiasa membuatku terpingkal-pingkal, maka kau membuatku terbang dengan cara yang tidak biasa. yang hanya kau yang bisa melakukannya.
lihatlah bagaimana ketika kau cemburu melihatku menuliskan sesuatu untuk seseorang yang isinya sangat biasa sekali, padahal hampir setiap ahri aku menuliskan surat cinta untukmu, untuk kau baca disela-sela lelahmu. sebenarnya kita sama-sama cemburu hanya saja aku berbeda menyikapinya. tapi aku suka caramu cemburu, terlalu vulgar. katamu, pembagian cemburu yang tidak adil.
untuk untuk kamu ketahui, aku ingin menebus rasa cemburumu itu dengan ini. entah kamu berbunga atau tidak, atau malah cemberut nantinya. mungkin aku akan segera tahu, itupun kalau kau berkenan berbagi isi hatimu denganku. ini adalah jawabanku atas pertanyaanmu kemarin siang.
sini, mendekatlah padaku. sekarang letakkan kembali tanganmu di dadaku, sudah mulai normalkah detakannya? dan aku mulai sanggup membalas tatapan matamu yang lebmbut itu. aku tak takut untuk tidak menunduk lagi, malam ini hujan, aku harap kau tahu apa yang ku inginkan.
sekarang, kamu percayakan tidak akan ada yan gmeninggalkanmu, dan akan selalu ada yang menemanimu menangis, menemanimu dalam sesak karena gedung yang telah menjerembabmu didalamnya. bahkan aku ingin mendengar suara-suara jangkrik itu disetiap malam denganmu, sampai telinga kita bising hingga akhirnya kita menutup jendela.
aku ingin selalu merasai panas dan dingin, terik dan hujan hanya bersamamu. ah, lagi-lagi terlalu jujur.
jujur tidak selamanya menyakitkan tetapi terkadang juga memalukan.
semalam, ketika kau tidur aku menatapmu lekat-lekat. nafasmu begitu pelan dan teratur. aku jadi tak tega untuk membangunkanmu dan megnatakan semua isi hatiku saat itu. siang ini, bila kau sudh menyelesaikan semua pekerjaanmu maka bertandanglah kesenarai cintaku, ada sesuatu yang telah kupersiapakan untukmu, isinya adalah seperti yang telah kau baca tadi.
jika sudah selesai, jawablah beberapa pertanyaan dariku.
apa kamu tersenyum setelah membacanya? apa hatimu berdebar? apa kamu bahagia? apa kamu ingin cepat-cepat pulang setelah ini? dan memelukku dengan erat? atau kamu bermaksud membalas surat cintaku ini? apa setelah ini masih ada keraguan? apa setelah ini m,asih ada air mata yang berlinang? terakhir, apa kau akan mengajakku melihat bintang nanti malam?
dari gazebo kecil yang ada kolam dibawahnya, yang ada bunga-bunga bergantungan disekelilingnya, yang aromanya masuk ke tempat dimana sebagian waktu kita habis disana, menekan tuts-tuts piano yang hitam putih itu dan kita hanyut dalam gerakan yang berirama.
kalau semuanya sudah terjawab, sekarang ijinkan aku beristirahat. ijinkan aku tidur sejenak sebelum kau pulang dan menggodaku lagi, tetapi sebelumnya aku ingin mendengar sesuatu darimu, katakan dengan tulus dan ikhlas, dengan lembut nyaris berbisik, disini, ditelingaku, katakan, aku sayang kamu cinta...dan aku akan memejamkan mata.
burung kecil
22:32 wib
10/07/06

Minggu, 09 Juli 2006

"Apa itu cinta ?"

"Apa itu cinta ?"
Aku bertanya kepada alam
Apa itu cinta



Dan Mentari menjawab
Cinta adalah ketulusan memberi tanpa berharap untuk menerima
Memberi kehangatan kepada mereka yang diterjang beku
Memberi terang kepada mereka yang terjebak gelap
Cinta adalah memilah bulir kejernihan
Dan mengirimnya ke ladang yang tandus
Dan turun menemui dedaunan pagi sebagai bulir sejuk embun




Dan
Pohon menjawab
Cinta adalah jemari kasih yang menghunjam kokoh ke dalam sanubari kehidupan
Cinta adalah keteguhan hati diterpa angin semakin kau menumbuhkannya
Cinta adalah rindang tempat kau berlindung dari terik perjalanan
Cinta adalah kelapangan jiwa ketika kau mampu memberi buah kebaikan walau kau dilontar oleh batu keburukan




Dan
Angin menjawab
Cinta adalah kekuatan
Yang dapat menghantarkan biduk citamu menuju pantai harapan




Dan
Tanah menjawab
Cinta adalah keikhlasan Ketika saripati kasihmu membuahkan beragam makanan
Tatkala kau diinjak dan diludahi



Dan
Samudera menjawab
Cinta adalah sebuah misteri
Kau hanya akan mendapatkan keindahannya
Jika kau benar-benar menyelami ke dasarnya
Dan Lilin menjawab Cinta adalah pengorbanan
Ketika kau mampu memberikan semua yang terbaik demi terang terpercik
Menuntun mereka untuk mendapatkan titian hidup yang benar




Dan
Bunga menjawab
Cinta adalah ketelatenan dalam menumbuhkan,
mengembangkan dan menjaga
Selalu menyiraminya dengan air dan matahari
Dan Ketika semua sisi alam seolah berlomba untuk mengungkapkan jawabannya
Aku bertanya pada diriku sendiri....
Sudahkah aku mencintai ?




"Akan ada pelangi yang cantik setelah turunnya hujan.."

"Cinta dan Perkawinan"

"Cinta dan Perkawinan"
"Apa itu cinta?
cinta"
Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik).
Sebenarnya aku telah menemukan
yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut.
cinta"
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,
"Apa itu perkawinan?
Bagaimana saya bisa menemukannya?"
Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan sana.
Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh)
dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja.
Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang
paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"
Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong.
Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini.
Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya“
Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan.
Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat
dimundurkan kembali.
Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.
Terimalah cinta apa adanya.
Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta.
Adalah proses mendapatkan kesempatan,
ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya,
Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan
perkawinan itu, karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.

Jumat, 07 Juli 2006

"Bersaksi ditengah Badai" (seikat kembang dari sang kakak)

"Bersaksi ditengah Badai" (seikat kembang dari sang kakak)
Ytc. Dinda Ihan
ini buku pertama yang bisa kamu cerna
selama 1 bulan.
menyusul 99 buku lagi
artinya kamu harus mempersiapkan
100 (seratus ) bulan agar bisa jadi:
"Pimpinan Masa Depan"
medan, 28/06/06
Kakak
----------------------------------------------------------------------------------------
kalimat singkat dari seorang kakak kepada adiknya, yang bahkan namanya saja ia tak tahu siapa. singkat dan sederhana. tapi menyiratkan seribu makna yang dalam. dalam. dalam.
sesuatu yang ku tunggu-tunggu sejak seminggu terahir tetapi baru sampai kemarin, ah kakak, lagi-lagi ia mencandaiku dengan cara yang tak biasa. sesuatu yang katanya aku adalah orang ke-4 yang memilikinya di naggroe tercinta ini, tidakkah aku merasa istimewa dibuatnya?
terimakasih kakak...
adik kecil

"Kembang Kehidupan"

"Kembang Kehidupan"

kembang-kembang kehidupan.
sebuah taman akan lebih indah bila ditumbuhi tidak hanya dengan satu jenis bunga saja. siapa yang membantah kalau mawar itu cantik, tetapi akan terasa lebih sempurna jika dipadukan dengan kuntum-kuntum melati, kelopak mayang kenanga yang harum bisa juga lili dan asoka. tidak semua bunga harum, begitu juga tidak semua bunga cantik bentuknya. namun, dalam kelengkapan itu masih saja kurang lengkap bila tidak ditumbuhi oleh serumpun dua rumpun tanaman liar atau rumput.
rumput, kalau boleh diibaratkan adalah seperti kesedihan dalam catatan kehidupan kita, adakalanya ketika kebahagiaan itu tengah menyala-nyala, kesedihan menyelip tanpa disadari. mendesak-desa ruang jiwa hingga mengalirkan derai tangis yang tak tersuarakan. seperti terik siang yang tiba-tiba harus segera bertukar dengan hujan yang lebat bahka disertai angin lebat. ada saat-saat kita merasa tidak memerlukan rumput dalam catatan kehidupan kita, tapi hidup menjadi sangat tidak berwarna hanya dengan mengecap bagaimana rasanya bahagia saja.
hidup adalah butiran-butiran warna yang beraneka, sangat tidak lengkap bila hanya dihiasi oleh satu warna saja, karena pelangi saja berwarna-warni konon lagi kehidupan kita yang tak pernah lepas dari penat dan lelah, tidak cukup, airmata, gelisah dan cinta juga sayang. bukankah kita ingin kaya? tidak hanya dengan cukup mempunyai mobil saja? tapi juga rumah besar, kebun yang luas, ternak yang banyak. begitupun hidup, tidakkah kita ingin menselaraskan antara merah, kuning, hijau dan biru? agar semuanya terlihat sempurna dan mengagumkan. sehingga ketika ada yang membicarakan pelangi kita bisa merasakan dan membayangkan bagaimana indahnya pelangi dan ketika ad yangmenceritakan kegelapan kita juga bisa ikut merasakan kengerian yang ada dibalik kegelapan, walaupun gelap belum berarti selamanya menakutkan. tapi dengan kekayaan warna kehidupan tadilah kita bisa berempati kepada sesama. warna-warna yang tak ubahnya seperti kembang-kembang yang ada dalam taman hati kita.
bukankah kita tak pernah merasai bagaimana lelahnya mencabuti rumput-rumput tersebut bila tak pernah ada rumput dalam taman didepan rumah kita? lalu bagaimana pula bisa menghargai pelu orang lain tatkala mencari sesuap nasi untuk keluarga? bukankan kita tak pernah merasa bagaimana sakitnya menderita bila sekalipun tidak pernah merasakan bagaimana pahitnya hidup? lalu bagaimana bisa mengeluarkan sekeping atau dua keping rupiah pada pengemis yang pagi atau siang tadi kita lewati di perempatan jalan.