Langsung ke konten utama

Selamat Ulang Tahun, Z


Selamat ulang tahun. Semoga Tuhan terus memuliakanmu dan mewujudkan semua impianmu. 

Rasanya sulit untuk melupakan hari lahirmu. Lebih sulit lagi untuk membiarkannya berlalu begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun. Berbulan-bulan tidak saling terhubung ternyata tidak membuatku lantas lupa padamu.

Beratus hari tidak mendengar suaramu tidak lantas membuat semua rindu itu berhenti begitu saja. Bertahun-tahun tidak melihatmu, rasanya aku belum lupa bagaimana garis bibirmu ketika sebuah senyum melengkung di sana. Kurasa masih sama menariknya seperti saat terakhir kali kulihat. Sungguh senyum yang membuat candu dan karenanya kau terus hidup di ingatanku.

Banyak yang ingin kuketahui, tapi sebaiknya tak perlu kutanyakan. Untuk apa mengumpulkan angin jika pada akhirnya hanya akan menjadi badai. Sebutir embun saja sudah membuat hati ini menjadi sangat beku, apalagi jika aku harus menampung ribuan butir hujan dari setiap jawabanmu.


Selamat ulang tahun, Cinta, -sulit untuk memanggilmu dengan sebutan lain-
Doa-doaku tak pernah berubah. Harapan-harapanku selalu sama. Kau yang terbaik yang pernah disinggahkan Tuhan di hidupku.

Kau ibarat benang –dengan jarum-jarum cintamu yang menyakitkan- yang telah membentuk sebuah jalinan indah di hidupku. Membawaku pada alur takdir yang kurasakan begitu menakjubkan. Sakit, tapi indah! Racun, tapi candu! Perih, tapi mendewasakan! Luka, tapi nikmat!
Kau membawaku pada sebuah paradoks yang saling bertubrukan.

Beratus-ratus hari setelah kehilanganmu, kau masih saja menjadi hantu untuk semua inspirasiku. Melayang-layang bagai Casper yang menggemaskan, tapi tak tersentuh. Kau pikir dari mana semua kata-kata ini berasal, dari dirimu! Kau yang mengajarkanku menyusun alfabet, merangkai diksi, dan memilin kosa kata. Sayangnya kau guru yang kejam, kau mengajarkanku cinta tapi tak pernah memberiku penawarnya.


Selamat ulang tahun, Sayang!
Cinta yang banyak untukmu

Komentar

  1. suka kali dengan tulisan-tulisan kakal ;)
    selamat ulang tahun untuk ***nya kak ihan hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)

Postingan populer dari blog ini

Meranti dan sintrong, dua jenis sayuran hutan paling membekas di ingatanku

SAAT menuliskan ini aku sedang dalam kondisi tak "baik", entah kenapa sejak siang tadi aku kurang begitu semangat. Mungkin juga karena sudah beberapa hari ini badanku ngga begitu fit, semalam malah sempat homesick dan rasanya pengen pulang ke kampung. Sampai-sampai menetes air mata dan rindu begitu kuat sama almarhum ayah.

Saat-saat rasa "galau" itu melanda, tiba-tiba Mbak Adel yang di Bandung posting gambar eceng gondok yang akan disayur. Jujur saja seumur hidup aku belum pernah makan daun itu. Di Aceh daun eceng gondok biasanya dijadikan pakan bebek. Tapi aku -dan juga keluarga- suka sekali dengan daun genjer, yang habitatnya sama seperti eceng gondok. Sama-sama hidup di air. Yang oleh kebanyakan masyarakat Aceh lainnya juga dijadikan pakan bebek. Melihat postingan Mbak Adel ini teringat saat masih anak-anak, ibuku sering memasak daun-daunan liar.

Aku akan memutar ulang beberapa cerita masa kecilku tentang jenis sayur-sayuran, yang aku yakin hanya orang-orang &q…

Mau Cantik, Kok Ekstrem?

TIDAK seperti biasanya, pagi tadi pagi-pagi sekali bibi sudah membangunkanku. Padahal beberapa menit sebelum ia masuk ke kamar, aku baru saja menarik selimut. Berniat tidur lagi karena hari Minggu. Tapi...

"Kak, bangun!" katanya. Meski dia bibiku aku tetap saja dipanggilnya 'kakak'. Maksudnya 'kakak' dari adik-adik sepupuku. "Coba lihat wajah Bibi," sambungnya sebelum aku menjawab. Aku bangun.

Dan ops! Untung saja aku bisa mengontrol emosiku. Kalau tidak aku pasti sudah berteriak. Kaget dengan perubahan wajahnya. 

"Merahnya parah ngga?" cecarnya.

"Parah!" jawabku. Jujur.

Setelah menyampaikan 'uneg-uneg' soal wajahnya yang mendadak berubah itu si bibi kembali masuk ke kamarnya. Mungkin tidur. Mungkin mematut wajahnya di cermin. Aku, tiba-tiba saja nggak selera lagi untuk tidur.

Bibiku seorang ibu muda yang mempunyai tiga anak. Umurnya sekitar 32 atau 33 tahun. Perawakannya mungil, kulitnya putih kemerahan. Dengan kulitnya yang p…

I Need You, Not Google

Di era kecanggihan teknologi seperti sekarang, mudah sekali sebenarnya mencari informasi. Kita tinggal buka mesin pencari, memasukkan kata kunci, lalu bisa berselancar sepuasnya.
Saking mudahnya, kadang-kadang kalau kita bertanya pada seseorang dengan topik tertentu tak jarang dijawab: coba cari di Google. Jawaban ini menurut hemat saya ada dua kemungkinan, pertama yang ditanya benar-benar nggak tahu jawabannya. Kedua, dia malas menjawab. Syukur dia nggak berpikir 'ya ampun, gitu aja pake nanya' atau 'ni orang pasti malas googling deh'. 
Kadang kita kerap lupa bahwa kita adalah manusia yang selalu berharap ada umpan balik dari setiap interaksi. Ciri makhluk sosial. Seintrovert dan seindividualis apapun orang tersebut, dia tetap membutuhkan manusia lain.
Selengkap dan sebanyak apapun 'jawaban' yang bisa diberikan oleh teknologi, tetap saja dia tidak bisa merespons, misalnya dengan mengucapkan kalimat 'gimana, jawabannya memuaskan, nggak?' atau saat dia me…