Engkau dalam Burdah Rahasia

Sebab selalu ada rahasia untuk kita nikmati bersama, aroma tubuhmu rahasia, tatapan matamu
rahasia, sentuhanmu rahasia, gelak tawamu rahasia. Namamu rahasia, sketsa wajahmu rahasia,
mencintaimu rahasia, tetapi adalah rahasia yang mampu lahirkan klimaks imajinasi.

Rahasia yang tercipta bagai angin, yang mampu menyentuh bagai kulit lembutmu, yang mampu
membuat berdesir seperti tiupan bibirmu. Yang mampu mendebarkan jiwa, menggetarkan kalbu, lalu,
adakah rahasia lain yang melebihi senikmat mencintaimu?

Kau yang mengalir lembut bagai air sungai, menghanyutkanku ke luasnya hatimu, dan kita terdampar di
delta jiwa, di mana hanya ada kita di sana; aku dan engkau. Untuk kemudia bersama-sama melafalkan
ikrar untuk saling membalut diri dalam kerudung rahasia kehidupan.

Bersamamu kita mengitari alam nirwana, dengan tangga dari leguh-leguh yang sempat muncul dari
suara yang terputus-putus. Di sebuah terminal, tempat semua rahasia terkumpul kita berhenti sejenak,
sekedar untuk menikmati sepoi dari tumpukan kesepakatan. Di sanalah kita pernah menghela napas
lega yang panjang, sambil memasuki ke dalamnya mata masing-masing.

Tak perlu engkau bila hanya ingin menyentuh perasaanmu, tak perlu engkau bila hanya ingin
merasakan hangatnya sentuhanmu, tak perlu engkau bila hanya ingin menjelajahi tatapanmu, tak perlu
engkau bila hanya ingin menyingkap tabir rahasia. Sebab kita adalah rahasia itu sendiri.

Kekasih, dengan bertambahnya usiamu maka bertambah pula usia cinta kita, bertambah pula usia kesungguhan kita untuk meneguhkan hati, untuk saling mencintai, saling menyayangi, saling mendoakan meski engkau dan aku sering berada di ruang dan waktu yang berbeda.

Teruslah besar menjadi pohon yang rindang, agar engkau bisa menjadi payung bagi jiwa-jiwa rentan, teruslah mengalir bagai air agar engkau mampu menyejuki jagad raya, teruslah hidup untukku, dan untuk alam. Teruslah dan jangan pernah berhenti, seperti harapan kita yang semakin tumbuh dan besar.

Happy Birthday My Beloved Z


Yang selalu mencintaimu
Ihan

Komentar