Langsung ke konten utama

Ketika Jiwa Kita Bercinta Part 1




Bau tubuhmu Cinta, masih sama saat terakhir kita bertemu, masih seharum rindu yang tak pernah aus. Binar wajahmu lelakiku, masih seterang bulan yang sedang purnama di langit Tuhan.

Akhirnya, setelah bertahun-tahun kuinginkan, kita bisa menikmati separuh malam di bawah tempias purnama.

Memang, bukan di atas pasir laut yang melengketi tubuh kita, bukan pula di atas padang rumput yang menjadi alas tempat duduk kita.

Meski tak banyak kata, aku sudah cukup kenyang dengan melahap wajahmu dalam hening.

Betapa rindu selalu punya jalan untuk menyelesaikan urusannya, seperti kopi pahit yang rindu pada bau kental asap rokok kita. 



Menciummu diawal dan diakhir pertemuan sudah cukup untuk menegaskan, aku padamu seperti aksara yang membutuhkan kertas.

Cinta, tak ada keadaan paling indah dalam hidupku selain pada saat aku denganmu. Tak ada situasi paling mendebarkan melebihi ketika mata kita saling bertemu di antara gelak tawa mereka, pada saat jiwa kita bercinta diriuhnya obrolan para makhluk.

10 Oktober 2011 jam 23:36

 ·  ·  · Bagikan · Hapus
  • Lihat 1 yang dibagikan

    • Betapa rindu selalu punya jalan untuk menyelesaikan urusannya...
      Dan jiwa-jiwa yg tersiksa dalam merindukan_Nya juga akan punya jalan..
      Selayak kelelawar menemukan malamnya...:)

      Rabu pukul 9:45 · 

    • Senarai Cinta segala sesuatu selalu mempunyai jalannya, apabila kita memberinya waktu untuk mencari
      Rabu pukul 9:51 · 

    • Dan dalam mencari_Nya hrs sendiri,
      Jala_Nnya sangat sempit,hanya bisa menampung sorg dirir

      Rabu pukul 9:55 · 

    • Senarai Cinta sesendiri apapun, kita tetap butuh pemandu, karena dalam kesempitan dan kesendirian itu kita butuh teman untuk menguatkan
      Rabu pukul 9:56 · 

    • Maka teman akan menganggu jalan kita,cepat sampai keharibaan_Nya..
      Rabu pukul 10:06 · 

    • Senarai Cinta maka kamulah yang harus bersikap dalam memilah dan memilih teman yang kau ajak menuju Nya
      Rabu pukul 10:07 · 

    • Itulah yg tdk kita punya..
      dlm hidup,sllu kita hrs menerima pilihan

      Rabu pukul 10:14 · 

    • Tiga Hati yang tak berubah adalah inderamu ketika mencintaiku :-)
      Rabu pukul 10:15 ·  ·  1 orang

    • Nadine Angelique Rindu selalu menemukan jalan pulang...
      Rabu pukul 10:20 ·  ·  2 orang

    • Senarai Cinta iya kak, karena itu dia tidak pernah tersesat
      Rabu pukul 10:21 · 

    • Lizzy Lizanov entah apa namanya rinduku dan rindumu, bersama tapi tak bertemu
      Rabu pukul 10:47 · 

    • Senarai Cinta bukan tak bertemu, hanya belum menemukan jalannya saja, mungkin terlalu banyak tikungan
      Rabu pukul 10:47 · 

    • Lizzy Lizanov yah.. entah berapa tikungan,, bukan, bukan hanya tiungan, tapi juga tanjakan dan beribu rintangan
      Rabu pukul 10:48 ·  ·  1 orang

    • Senarai Cinta kita perlu mencengkeram dengan kuat memang, untuk semua tikungan tajam dan tanjakan yang keras, bila tidak kita akan kehilangan dan tidak tahu lagi jalan pulang
      Rabu pukul 10:49 ·  ·  3 orang

    • Recky Chrystian Rindu ialah udara yg kau hirup, slalu kau butuhkan.
      Rabu pukul 12:50 ·  ·  1 orang

    • Khairulyadi Az menarik...cinta selalu punya berjuta rasa dan cerita yang selalu saja menarik untuk dicatat dan dibahasakan...bersyukurlah bahwa kita diberi rasa yang luar biasa itu...syedara lon Cinta, sering tak-tak saya ya...sangat saya hargai..*_*
      Rabu pukul 13:19 ·  ·  1 orang

    • Senarai Cinta dengan syarat gratis kan the badung man
      from sigli hehe.

      mas re, rindu adalah pantai bagi laut

      Rabu pukul 13:53 · 

    • Khairulyadi Az of course..jika tidak, pasti saya tak akan sanggup bayar..he he
      Rabu pukul 14:00 · 

    • Misria Haroen i count the step that you take
      Rabu pukul 14:44 · 

    • Rose Dyana Manaf Rindu, jalan, tanjangan, rintangan..
      Akan bermuara di sungai cinta :)
      Damai dan menyejukkan jiwa

      Rabu pukul 15:30 · 

    • Senarai Cinta sungai cinta itu adalah hati yang tenang, damai, menyejukkan, maka kutidurkan nama kekasihku di sana.
      Rabu pukul 17:27 · 

    • Apa Dollah Aku tak bisa komen ,,, karena cinta sul;it utk kutakan tapi hanya kunikmati dari balik samudra ..Cinta memang bisa merubah hidup ku ...
      Rabu pukul 20:19 ·  ·  1 orang

    • Senarai Cinta memang cinta mampu menghilangkan argumentasi
      Rabu pukul 20:52 ·  ·  1 orang

    • Kemino Ayane kembalikan rasa cinta ini.. buatkan aku jatuh cinta lagi padamu Cinta... karena telah mengering tinta cinta mu ..hingga tak bisa kutiliskan didinding hatiku ini...
      16 jam yang lalu · 

    • Senarai Cinta aku selalu mencintaimu dari engkau tiada hingga engkau ada, dan sekarang semuanya kembali dari ada menjadi tiada, wahai Kemino kutunggu kau di lapangan itu untuk seteguk pelepas dahaga
      11 menit yang lalu · 

    • Kemino Ayane air kelapa ah..kusuka lah cut adek Senarai Cinta..barusan melintas condet..kudapati.. penjual es air kelpa ..brbagai rasa : durian,nangka ,strwbery, timun..tapi aku menagig aie kelapa di depan kodam.. yaaaaa.. dilapangan itu..
      8 menit yang lalu ·  ·  1 orang

    • Senarai Cinta di lapangan itu angin menyapu lembut seperti sapuan telapak tangan lelaki kita, meneguknya seperti menikmati ciuman bibirnya yang lembab, ke sana aku ingin kembali, denganmu
      5 menit yang lalu ·  ·  2 orang

    • Kemino Ayane jroeh.. cut adek Senarai Cinta
      3 menit yang lalu · 

    • Senarai Cinta ‎;-)
      2 menit yang lalu · 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Cantik, Kok Ekstrem?

TIDAK seperti biasanya, pagi tadi pagi-pagi sekali bibi sudah membangunkanku. Padahal beberapa menit sebelum ia masuk ke kamar, aku baru saja menarik selimut. Berniat tidur lagi karena hari Minggu. Tapi...

"Kak, bangun!" katanya. Meski dia bibiku aku tetap saja dipanggilnya 'kakak'. Maksudnya 'kakak' dari adik-adik sepupuku. "Coba lihat wajah Bibi," sambungnya sebelum aku menjawab. Aku bangun.

Dan ops! Untung saja aku bisa mengontrol emosiku. Kalau tidak aku pasti sudah berteriak. Kaget dengan perubahan wajahnya. 

"Merahnya parah ngga?" cecarnya.

"Parah!" jawabku. Jujur.

Setelah menyampaikan 'uneg-uneg' soal wajahnya yang mendadak berubah itu si bibi kembali masuk ke kamarnya. Mungkin tidur. Mungkin mematut wajahnya di cermin. Aku, tiba-tiba saja nggak selera lagi untuk tidur.

Bibiku seorang ibu muda yang mempunyai tiga anak. Umurnya sekitar 32 atau 33 tahun. Perawakannya mungil, kulitnya putih kemerahan. Dengan kulitnya yang p…

Meranti dan sintrong, dua jenis sayuran hutan paling membekas di ingatanku

SAAT menuliskan ini aku sedang dalam kondisi tak "baik", entah kenapa sejak siang tadi aku kurang begitu semangat. Mungkin juga karena sudah beberapa hari ini badanku ngga begitu fit, semalam malah sempat homesick dan rasanya pengen pulang ke kampung. Sampai-sampai menetes air mata dan rindu begitu kuat sama almarhum ayah.

Saat-saat rasa "galau" itu melanda, tiba-tiba Mbak Adel yang di Bandung posting gambar eceng gondok yang akan disayur. Jujur saja seumur hidup aku belum pernah makan daun itu. Di Aceh daun eceng gondok biasanya dijadikan pakan bebek. Tapi aku -dan juga keluarga- suka sekali dengan daun genjer, yang habitatnya sama seperti eceng gondok. Sama-sama hidup di air. Yang oleh kebanyakan masyarakat Aceh lainnya juga dijadikan pakan bebek. Melihat postingan Mbak Adel ini teringat saat masih anak-anak, ibuku sering memasak daun-daunan liar.

Aku akan memutar ulang beberapa cerita masa kecilku tentang jenis sayur-sayuran, yang aku yakin hanya orang-orang &q…

I Need You, Not Google

Di era kecanggihan teknologi seperti sekarang, mudah sekali sebenarnya mencari informasi. Kita tinggal buka mesin pencari, memasukkan kata kunci, lalu bisa berselancar sepuasnya.
Saking mudahnya, kadang-kadang kalau kita bertanya pada seseorang dengan topik tertentu tak jarang dijawab: coba cari di Google. Jawaban ini menurut hemat saya ada dua kemungkinan, pertama yang ditanya benar-benar nggak tahu jawabannya. Kedua, dia malas menjawab. Syukur dia nggak berpikir 'ya ampun, gitu aja pake nanya' atau 'ni orang pasti malas googling deh'. 
Kadang kita kerap lupa bahwa kita adalah manusia yang selalu berharap ada umpan balik dari setiap interaksi. Ciri makhluk sosial. Seintrovert dan seindividualis apapun orang tersebut, dia tetap membutuhkan manusia lain.
Selengkap dan sebanyak apapun 'jawaban' yang bisa diberikan oleh teknologi, tetap saja dia tidak bisa merespons, misalnya dengan mengucapkan kalimat 'gimana, jawabannya memuaskan, nggak?' atau saat dia me…