Masih ingatkah kamu ketika kita sama-sama menyibak tirai dan membiarkan mentari meninggi mengikuti petunjuk waktu? Di lain waktu kita sama-sama menggulirkannya ke ufuk, dan lautan menelan cahayanya yang menguning telur. Saat itu, kurasa bukan ombak saja yang bergemuruh. Tapi juga hati kita yang berdentum-dentum bagai sedang membadai.
Jika cinta pada akhirnya hanya membuat kita tidak percaya pada cinta, mengapa kita masih ingin jatuh cinta? Mengapa kita masih ingin merasakan rindu yang berdebar-debar, nyeri, tapi terasa sangat manis dan membuat kita ingin merasakannya lagi.
Jika cinta pada akhirnya hanya membuat kita tidak percaya pada cinta, mengapa kita masih ingin jatuh cinta? Mengapa kita masih ingin merasakan rindu yang berdebar-debar, nyeri, tapi terasa sangat manis dan membuat kita ingin merasakannya lagi.