Langsung ke konten utama

Lima Fakta Unik ini Terjadi di Aceh

@blaoblong.blogspot.com

Setiap daerah punya keunikannya masing-masing. Keunikan ini akan menjadi ciri khas atau identitas suatu daerah. Walaupun tidak ada hubungannya dengan budaya atau adat istiadat di daerah setempat. Begitu keunikan atau sisi lain itu disebut orang yang mendengarnya akan langsung teringat atau terbayang-bayang pada daerah tertentu. Begitu juga halnya dengan Aceh.

Provinsi yang berada di ujung paling barat Indonesia ini memang punya banyak keunikan yang selalu menjadi pembicaraan. Entah itu terkait dengan produk hukumnya, cita rasa kuliner, atau hal-hal yang terkait dengan kebiasaan lainnya.

Beberapa hal unik di bawah ini sudah menjadi kebiasaan yang lazim di Aceh. Mungkin Anda sudah atau sama sekali belum pernah mendengarnya. Kalau penasaran datang saja langsung ke Aceh.


Kereta

Alat transportasi yang satu ini paling mudah ditemui di Aceh. Bisa dipastikan hampir setiap rumah tangga di Aceh memilikinya. Bahkan ada yang punya dua atau tiga kereta sekaligus di rumah mereka. Parkirnya di mana ya?

Eits, jangan salah duga dulu. Kereta yang dimaksud bukanlah kereta api yang memiliki gerbong panjang dan besar. Tapi merujuk pada alat transportasi kendaraan roda dua yang di daerah lain umumnya disebut sepeda motor atau motor. Di provinsi tetangganya Sumatera Utara, sepeda motor lazimnya juga disebut kereta. Jadi, jangan heran kalau ada orang Aceh yang pergi ke sawah menggunakan kereta.

Honda

Di Aceh, Honda adalah nama jamak untuk seluruh merk sepeda motor yang ada di dunia. Ada yang mengatakan produsen yang pertama kali memasarkan produk sepeda motornya di Aceh adalah Honda. Dari sinilah cikal bakal nama Honda menjadi populer dan ditabalkan untuk semua alat transportasi sejenis. Jangan bingung kalau ada sebutan Honda Yamaha, Honda Suzuki atau Honda Kawasaki di Aceh. Bengkel yang mudah ditemukan di Aceh umumnya bengkel Honda, bukan bengkel sepeda motor.

Sanyo

Semua orang rasanya familiar kalau Sanyo adalah salah satu merk pompa air. Namun bagi masyarakat Aceh hal ini sepertinya juga berlaku jamak. Semua merk pompa air adalah Sanyo. Jadi jangan heran jika sesekali Anda berkunjung ke rumah warga kemudian mendengar mereka mengatakan “menyalakan Sanyo” padahal menggunakan pompa air merk lain.

Aqua

Aqua merupakan pelopor air mineral kemasan di Indonesia. Namanya telah melekat di hati dan ingatan masyarakat Indonesia. Begitu juga di Aceh. Tapi apa yang terjadi kini? Aqua identik dengan semua air mineral kemasan di Aceh. Kalau Anda sedang duduk di warung kopi bisa saja ketika Anda meminta Aqua tapi yang diberikan justru air kemasan merk lain. Atau sebaliknya.[]

Tulisan ini sudah dipublikasikan di atjehpost

Komentar

  1. Daia, wings, surf, attack = RINSO

    BalasHapus
  2. benar, benar Arif, masih banyak yang lainnya, young ma, :-D

    BalasHapus
  3. ia ia... like like beulee

    BalasHapus
  4. iya ya, berarti Branding produknya dapet, cuma kalo Kereta ga tau asal muasal katanya ya

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)

Postingan populer dari blog ini

Mau Cantik, Kok Ekstrem?

TIDAK seperti biasanya, pagi tadi pagi-pagi sekali bibi sudah membangunkanku. Padahal beberapa menit sebelum ia masuk ke kamar, aku baru saja menarik selimut. Berniat tidur lagi karena hari Minggu. Tapi...

"Kak, bangun!" katanya. Meski dia bibiku aku tetap saja dipanggilnya 'kakak'. Maksudnya 'kakak' dari adik-adik sepupuku. "Coba lihat wajah Bibi," sambungnya sebelum aku menjawab. Aku bangun.

Dan ops! Untung saja aku bisa mengontrol emosiku. Kalau tidak aku pasti sudah berteriak. Kaget dengan perubahan wajahnya. 

"Merahnya parah ngga?" cecarnya.

"Parah!" jawabku. Jujur.

Setelah menyampaikan 'uneg-uneg' soal wajahnya yang mendadak berubah itu si bibi kembali masuk ke kamarnya. Mungkin tidur. Mungkin mematut wajahnya di cermin. Aku, tiba-tiba saja nggak selera lagi untuk tidur.

Bibiku seorang ibu muda yang mempunyai tiga anak. Umurnya sekitar 32 atau 33 tahun. Perawakannya mungil, kulitnya putih kemerahan. Dengan kulitnya yang p…

Meranti dan sintrong, dua jenis sayuran hutan paling membekas di ingatanku

SAAT menuliskan ini aku sedang dalam kondisi tak "baik", entah kenapa sejak siang tadi aku kurang begitu semangat. Mungkin juga karena sudah beberapa hari ini badanku ngga begitu fit, semalam malah sempat homesick dan rasanya pengen pulang ke kampung. Sampai-sampai menetes air mata dan rindu begitu kuat sama almarhum ayah.

Saat-saat rasa "galau" itu melanda, tiba-tiba Mbak Adel yang di Bandung posting gambar eceng gondok yang akan disayur. Jujur saja seumur hidup aku belum pernah makan daun itu. Di Aceh daun eceng gondok biasanya dijadikan pakan bebek. Tapi aku -dan juga keluarga- suka sekali dengan daun genjer, yang habitatnya sama seperti eceng gondok. Sama-sama hidup di air. Yang oleh kebanyakan masyarakat Aceh lainnya juga dijadikan pakan bebek. Melihat postingan Mbak Adel ini teringat saat masih anak-anak, ibuku sering memasak daun-daunan liar.

Aku akan memutar ulang beberapa cerita masa kecilku tentang jenis sayur-sayuran, yang aku yakin hanya orang-orang &q…

I Need You, Not Google

Di era kecanggihan teknologi seperti sekarang, mudah sekali sebenarnya mencari informasi. Kita tinggal buka mesin pencari, memasukkan kata kunci, lalu bisa berselancar sepuasnya.
Saking mudahnya, kadang-kadang kalau kita bertanya pada seseorang dengan topik tertentu tak jarang dijawab: coba cari di Google. Jawaban ini menurut hemat saya ada dua kemungkinan, pertama yang ditanya benar-benar nggak tahu jawabannya. Kedua, dia malas menjawab. Syukur dia nggak berpikir 'ya ampun, gitu aja pake nanya' atau 'ni orang pasti malas googling deh'. 
Kadang kita kerap lupa bahwa kita adalah manusia yang selalu berharap ada umpan balik dari setiap interaksi. Ciri makhluk sosial. Seintrovert dan seindividualis apapun orang tersebut, dia tetap membutuhkan manusia lain.
Selengkap dan sebanyak apapun 'jawaban' yang bisa diberikan oleh teknologi, tetap saja dia tidak bisa merespons, misalnya dengan mengucapkan kalimat 'gimana, jawabannya memuaskan, nggak?' atau saat dia me…