Bahagia dan Sedih

bahagia dan sedih hanya sebatas pergantian siang dan malam, terang dan gelap, keduanya mempunyai porsi yang sama, sehingga tak perlu dihindari. maka, ketika bahagia menghinggapi hati aku patut bersyukur sebagaimana mestinya, dan ketika kesedihan menghampiri aku akan berusaha menikmatinya, karena hidup tidak mungkin dibangun tanpa ke dua unsur tersebut.

kepada engkau yang selalu mengantar bahagia dalam nyiru kehidupan adalah terimakasihku dengan mendedikasikanmu dalam setiap narasiku, menyimpanmu dalam lemari ingat dan selalu menjagamu agar tidak teroksidasi dan dimakan karat waktu.

juga kepada engkau yang tak sengaja menyuguhkan kesedihan, selalu ada tempat untukmu di ruang batin, engkau adalah nutrisi untukku terus bertumbuh, dan sebagai pelecut untukku ke luar dari kenyamanan yang parah.

kepada bahagia dan sedih yang kerap datang silih berganti, kadang bersamaan, aku ucapkan selamat datang, hinggaplah selama sayapmu sanggup mengepak, dan pergilah jika memang takdir telah menyuratkan begitu.

bahagia dan sedih adalah cinta yang berbeda rupa, maka aku butuh keduanya!

Komentar