Kamis, 01 Februari 2007

Katanya Cinta Tapi....

tapi memukul, tapi menyakiti, tapi melukai, tapi membuat berdarah, tapi menyiksa, tapi menganiaya, tapi membuat menangis, tapi membunuh....


sebegitukah kejam cinta itu? bukanlah diskusi dan tukar pendapat yang pertama kali maka "janganlah membahas soal cinta"


Rasul berpesan, apabila pasangan suami istri sedang bertengkar atau sedang tidak harmonis maka disuruh ingat waktu-waktu diawal pernikahan, karena awal-awal pernikahan adalah masa-masa yang indah dan penuh senyum. tapi apakah sekarang orang mulai gampang melupakan "malm pertama" mereka segampang tangan menempel di pipi istrinya? entahlah, katanya cinta tapi kok...


laki-laki maupun perempuan memang dua jenis yang berbeda, keduanya seringkali menjadi makhluk aneh yang kerap kali membut lawan jenisnya tidak habis pikir, tidak mengenal dan asing emskipun sudah menghabiskan banyak waktu bersama. dan tak heran puncak dari ke asingan itu adalah; cerai!

sebuah pilihan yang paling buruk diantara yang terburuk bagi kehidupan suami istri, mengingat ini saya sering berfikir akan berbagai ketakutan-ketakutan yang kadang kerap berlebihan, pun begitu mengambil langkah ekstreem menjadi aktivis feminis, memilih untuk tidak menikah bukanlah solusi yang cerdas dan cenderung merusak. tapi tentu saya sebagi seorang perempuan muslim tidak akan berfikir sesingkat dan sesempit itu.
katanya benci....

maka peluklah, belailah, ciumlah, perlakukan dengan baik, hadapi dengan santun dan sopan, buat tersenyum, penuhi keperluannya dengan benar....




Previous Post
Next Post

Mencintai Pagi seperti Mencintai Zenja

0 komentar:

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)