In Hell

semuanya berawal ketika istri kyle( Jean Claude Van Damme) dibunuh, kemudian kyle kalah dipengadilan dan sipembunuh dinyatakan tidak bersalah karena kurangnya bukti, yang sebenarnya terjadi adalah si pembunuh telah menyogok pengadilan, kyle marah lalu ketika keluar dari ruang pengadilan ia merebut pistol polisi dan menembak si pembunuh hingga tewas.

karena melakukan pembunuhan di ruang pengadilan, kyle dianggap melanggar dan tidak menghormati hukum. "kau dinyatakan bersalah dan dipenjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat!!!" teriak hakim sambil mengetuk palu tiga kali. final.

kyle pun dijebloskan ke penjara Kravavi yang terkenal kejam dan sadis dalam memperlakukan tahanannya. sebagai orang Amerika dia menjadi bulan-bulanan para petugas penjara Rusia. juga menjadi ejekan para tahanan lainnya, perlakuan kasar pun bukan lagi hal yang asing baginya.

yang unik dipenjara ini adalah pesta sparka, adu kekuatan antara tahanan yang diadakan secara rutin dipenjara. pertarungan menjadi taruhan para petinggi penjara juga para tahanan yang lainnya. yang menang akan menjadi petarung pada sparka berikutnya yang kalah atau mati akan dikubur seperti ayam mati.

namun yang lebih menarik adalah para tahanan yang dijadikan "perempuan" oleh sesama tahanan maupun petugas penjara. yang sedikit mempunyai wajah tampan dan bersih akan dijadikan "kekasih" untuk memenuhi hasrat mereka, yang tidak bersedia maka akan dibunuh dengan keji seperti Billy.

"Jangan biarkan dirimu dipermainkan dan dijadikan tunggangan oleh mereka" kata billy sebelum menghembuskan nafas terakhirnya kepada Kyle.
dan sejak saat itu Kyle tidak mau lagi menjadi petarung.
menonton film ini mengingatkan saya pada penjara perempuan yang ada di lapas Tanjung Gusta SuMut. sepintas lalu kehidupan disana tampak normal dan wajar-wajar saja, dalam kesehariannya para tahanan sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, ada yang berkebun, ada yang membuat makanan kecil lalu menjualnya kepada sesama penghuni lapas, ada yang membuat kerajinan tangan dan dipasarkan oleh pihak penjara. tapi sedikit sekali yang tahu (atau tidak mau tahu) kalau dibalik semua ketenangan itu ada yang "tak tenang".
kesempatan berkunjung kesana beberapa waktu silam memang telah memberikan nuansa berbeda bagi saya, setidaknya apa yang selama ini hanya rekaan dan bayang-bayang samar dalam pikiran telah menjadi terbukti dan nyata, termasuk soal "ketidak tenangan" tersebut.
fakta seperti itu secara tidak sengaja didapatkan oleh teman saya, kehidupan sehari-hari di penjara yang terkurung dan jauh dari dunia luar membuat mereka merasa sendiri dan kurang perhatian dan ada kebutuhan-kebutuhan mereka yang tidak terpenuhi disana. adalah hal yang wajar dan normal bagi orang dewasa yang menjadikan seks sebagai salah satu kebutuhan mendasar, dan apabila ini tidak disikapi dengan benar maka terjadilah penyimpangan-penyimpangan, seperti apa yang terjadi di penjara Kravavi dan lapas perempuan di Tanjung Gusta; Penyimpangan Seksual!
mengerikan sekali mendengarnya, tetapi itulah realitanya. mereka memilih menjalin hubungan khusus dengan teman sejenisnya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. sayapun awalnya kaget ketika teman memberi tahu kalau reportase mereka soal itu, satu dari puluhan cerita unik dibalik teralis. menarik tapi membuat miris.

Komentar