Langsung ke konten utama

promo blog

banyak orang yang punya site pribadi tapi jarang dipublikasikan, ada juga yang sitenya kosong melompong tetapi dengan pe de nya dia mempromosikan blognya. dua-duanya tidak salah, toh mereka punya alasan yang logis untuk itu. sama seperti saya, punya site, lalu kemudian di isi dengan sepatah dua patah kata lalu dengan sedikit pe de yang berlebihan mulailah bergerilya mempromosikan site tersebut.

awalnya site yang tadi isinya hanya beberapa tulisan saya promo ke beberapa orang terdekat, minta masukan dan penilaian terhadap site tersebut, beragam komentar yang diberikan tetapi intinya hanya satu; teruslah menulis!

lama kelamaan saya mulai berfikir lain, kalau hanya orang-orang terdekat tidaklah cukup karena sangat sedikit, maka saya pun mulai mencari lahan lain, memang agak sedikit capek, masuk ke chatt room dan mempromosikan site saya disana. maka setiap kali setelah selesai meng up date blog saya langsung jadi promotor dengan keyword "sudah kah anda membuka http://www.ihansunrise.blogspot.com hari ini? lalu setelah itu berbagai pesan masuk ke yahoo messenger saya, ada yang bilang bagus, ada yang bilang saya seperti tukang iklan, sampe ada yang mengatakan saya ini bang salesman hehehehe....ngga masalah yang penting site saya banyak yang baca, malah ada yang mengira saya ini spammer, yang ini resiko namanya. operator warnet pun jadi target saya hahahaha....ngga papa, yang penting op nya baik.

tapi ada yang surprise sore ini, ketika saya sedang bergerilya tiba-tiba ada yang masuk dan mengatakan kalau dia sudah sering mengunjungi blog saya dan sangat terkejut ketika mendapat kiriman langsung dari si empunya blog. hm...apa sih yang enggak mungkin.

but...selain dari itu blog adalah cara lain untuk mengekspresikan diri, saat sedang kesel, sedang senang, sedih dan bahagia blog ini bisa jadi sarana untuk melampiaskan semua itu. hanya perlu sedikit polesan agar menjadi menarik dan enak dibaca, biar tidak terlalu biasa dan terkesan agak sedikit nyastralah.....walaupun agak dipaksain hehehe....

hari ini, walaupun dunia terasa gelap tetapi ada juga yang menyenangkan, salah satu temen yang saya tidak tahu entah dimana menawarkan agar kumpulan tulisan saya dibuat antologi (thanks to pak Bayu...) mudah-mudahan lolos seleksi ya pak? inilah salah satu manfaatnya mempromosikan blog.

kalau ditanya siapa guru saya menulis jawabannya adalah teman-teman maya saya, kebiasaan setiap kali selesai menulis saya suruh baca kepada teman-teman yang tidak saya kenal itu, dan mereka yang baik budi tentu saja memberi komentar, mengatakan dimana kelemahan yang perlu dikoreksi, lalu setelah itu baru saya mengirimkannya ke media, tapi sampai sekarang belum ada yang lolos hiks hiks...gpp, mas Gola Gong yang ke seratus kali baru dimuat, dan setelah itu dia menjadilah seperti sekarang, bayangkan bila dia berhenti di yang ke 99 barangkali kita tidak pernah tahu ada penulis bernama Gola Gong.

intinya, saya sudah berani menulis (huhuhuh...pe de lagi nih) itu yang bisa saya katakan saat ini kepada diri saya sendiri. yang lain sih tidak ada. karena saya hanyalah "perempuan biasa" yang punya segudang cinta hahahaha....sampai-sampai ada yang mengatakan "duh....rumah cinta banget..." atau adalagi yang bilang "all about love" mm...kayaknya enggak deh...ada lagi yang bilang gini "oh...pangeran ku...charming banget!!!" hahahahaha......saya seketika jadi lelaki paling romantis deh....

tapi sah sah saja sih mereka mengatakan seperti itu dan tidak salah, karena awal keinginan untuk menulis adalah karena cinta. menulis karena cinta, mengurai air mata menjadi senyum, luka menjadi indah dan sengsara menjadi nikmat.

begitulah, punya istri tidak dirinduin itu namanya bodoh, punya teman tidak mau berteman juga bodoh, punya site tapi tidak di publish juga bodoh, makanya saya memilih jadi orang pintar saja hehehe....



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Cantik, Kok Ekstrem?

TIDAK seperti biasanya, pagi tadi pagi-pagi sekali bibi sudah membangunkanku. Padahal beberapa menit sebelum ia masuk ke kamar, aku baru saja menarik selimut. Berniat tidur lagi karena hari Minggu. Tapi...

"Kak, bangun!" katanya. Meski dia bibiku aku tetap saja dipanggilnya 'kakak'. Maksudnya 'kakak' dari adik-adik sepupuku. "Coba lihat wajah Bibi," sambungnya sebelum aku menjawab. Aku bangun.

Dan ops! Untung saja aku bisa mengontrol emosiku. Kalau tidak aku pasti sudah berteriak. Kaget dengan perubahan wajahnya. 

"Merahnya parah ngga?" cecarnya.

"Parah!" jawabku. Jujur.

Setelah menyampaikan 'uneg-uneg' soal wajahnya yang mendadak berubah itu si bibi kembali masuk ke kamarnya. Mungkin tidur. Mungkin mematut wajahnya di cermin. Aku, tiba-tiba saja nggak selera lagi untuk tidur.

Bibiku seorang ibu muda yang mempunyai tiga anak. Umurnya sekitar 32 atau 33 tahun. Perawakannya mungil, kulitnya putih kemerahan. Dengan kulitnya yang p…

Secangkir Kopi Rempah dan Sepotong Roti Lapis Daging

Bohong kalau aku tak ingin ada kamu di sini. Menikmati malam yang dingin setelah hampir seharian dibebat mendung dan diguyur hujan. Dengan isi kepala dipenuhi sulur-sulur pekerjaan yang menumpuk. Entah karena itu pula akhir-akhir ini aku merasa semakin tak nyenyak tidur. Entah karena rindu untukmu yang kian bertumpuk.

Ini yang keempat kalinya aku datang ke kafe ini. Tak begitu jauh dari rumah. Selain, tempatnya juga nyaman, bebas asap rokok, tak berisik, lapang, dengan pendar-pendar lampu kekuningan yang agak sedikit temaram. Selalu ada tempat untuk membahagiakan diri sendiri. Tempat ini, mungkin saja salah satu di antaranya.

Seorang pelayan pria segera menghampiri begitu aku merapatkan pantat dengan kursi kayu berpelitur cokelat muda yang licin.

"Mau pesan kopi rempah?" tanyanya ramah.

Aku mengangguk cepat. Ya, kopi rempah adalah tujuanku datang ke kafe ini. Selain, berencana menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda. Juga untuk menghilangkan nyeri yang sejak siang ta…

Meranti dan sintrong, dua jenis sayuran hutan paling membekas di ingatanku

SAAT menuliskan ini aku sedang dalam kondisi tak "baik", entah kenapa sejak siang tadi aku kurang begitu semangat. Mungkin juga karena sudah beberapa hari ini badanku ngga begitu fit, semalam malah sempat homesick dan rasanya pengen pulang ke kampung. Sampai-sampai menetes air mata dan rindu begitu kuat sama almarhum ayah.

Saat-saat rasa "galau" itu melanda, tiba-tiba Mbak Adel yang di Bandung posting gambar eceng gondok yang akan disayur. Jujur saja seumur hidup aku belum pernah makan daun itu. Di Aceh daun eceng gondok biasanya dijadikan pakan bebek. Tapi aku -dan juga keluarga- suka sekali dengan daun genjer, yang habitatnya sama seperti eceng gondok. Sama-sama hidup di air. Yang oleh kebanyakan masyarakat Aceh lainnya juga dijadikan pakan bebek. Melihat postingan Mbak Adel ini teringat saat masih anak-anak, ibuku sering memasak daun-daunan liar.

Aku akan memutar ulang beberapa cerita masa kecilku tentang jenis sayur-sayuran, yang aku yakin hanya orang-orang &q…