Langsung ke konten utama

Kena Deh

ha ha ha
anda baru saja ikutan dalam acara tipi yang judulnya "KENA DEH!!!"
pasti jawabnya "GAK LUCU TAU!!!"
maaf, pernah baca karl zymann yang membuat coca cola dengan rasa yang pahit? kenapa? hanya untuk menyentak benak orang-orang agar kembali mengingat coca cola dulu yang rasanya manis dan segar, GLEG-GLEG ky di iklannya sekarang. ini yang namanya terapi kejut atau shock therapy. sama dengan yang han alami pagi tadi, telp tiba-tiba diputus mendadak di tengah rasa rindu dan kangen yang belum sepenuhnya tuntas.
bukan untuk membalas kekesalan hati yang dua hari mengalami kesal karena telp yagn dihubingi inactive mulu, bukan itu. tetapi hanya untuk meninggalkan kesan dihatimu (walau itu perasaan sedikit kesal), bahwa nun jauh diseberang sana ada seseorang yang walaupun sebenarnya keberadaannya adalah tetap dihatimu tetapi mungkin karena sudah biasa maka teranggaplah memang biasa, udah jamak, atau memang begitulah adanya.
jadi, dalam bahasa yang sederhana, aku ingin mengingatkan bahwa: "Han, diseberang sana ada seseorang yang merindukanmu dengan sangat, dia sudah menelponmu dengan bersusah payah, jadi oleh karenanya tolonglah diingat keberadaannya." nah sekarang terasa kan? bahwa sesungguhnya dihatimu ada sebuah nama, haning.
shock therapy semacam ini adalah upaya yang tidak biasa. karena tidak biasanya, maka tidak dapat sering-sering dipergunakan. karena dampaknya akan semakin tidak terasa bila terlalu sering dipakai. jadi, dalam waktu dekat ini yakinlah bahwa aku tidak akan berlaku seperti itu lagi. soriii meeenn, nyantai aja lagi.
ha ha ha

----------------------------------------------------------------------------------------------

horeeeee horeeeeeeeeeeeeeeeeeee........

presenter kondang Haning sudah berhasil membuat adik kecilnya benar-benar shock pagi ini,

pagi tadi setengah lima adik kecilnya udah bangun, tapi hand phonenya masih belum aktif, ntar aja deh jam setengah tujuhan, but pas jam setengah tujuh mandi jadi kelupaan deh...abis tuh jemur kain dengan perasaan dag dig dug....kok udah jam tujuh tuh kakak besar ngga ngubungi adik sayang nya ya..hiks hiks...

akhirnya, dia telfon juga dengan gaya yang tidak biasa, dengan ancaman akan memutuskan telepon dan hiks...hiks...bener-bener diputusin, oh my...tuh orang kok ngga biasanya, grasak-grusuk ngga nentu sampe mo kiss bye aja ngga sempet...after that....adik kecilnya hanya bisa bengong kayak orang koplo, sambil mandangin hapenya....my soulnya aneh pagi ini,

kena deh...seneng kan ngerjain orang pagi-pagi....


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Cantik, Kok Ekstrem?

TIDAK seperti biasanya, pagi tadi pagi-pagi sekali bibi sudah membangunkanku. Padahal beberapa menit sebelum ia masuk ke kamar, aku baru saja menarik selimut. Berniat tidur lagi karena hari Minggu. Tapi...

"Kak, bangun!" katanya. Meski dia bibiku aku tetap saja dipanggilnya 'kakak'. Maksudnya 'kakak' dari adik-adik sepupuku. "Coba lihat wajah Bibi," sambungnya sebelum aku menjawab. Aku bangun.

Dan ops! Untung saja aku bisa mengontrol emosiku. Kalau tidak aku pasti sudah berteriak. Kaget dengan perubahan wajahnya. 

"Merahnya parah ngga?" cecarnya.

"Parah!" jawabku. Jujur.

Setelah menyampaikan 'uneg-uneg' soal wajahnya yang mendadak berubah itu si bibi kembali masuk ke kamarnya. Mungkin tidur. Mungkin mematut wajahnya di cermin. Aku, tiba-tiba saja nggak selera lagi untuk tidur.

Bibiku seorang ibu muda yang mempunyai tiga anak. Umurnya sekitar 32 atau 33 tahun. Perawakannya mungil, kulitnya putih kemerahan. Dengan kulitnya yang p…

Secangkir Kopi Rempah dan Sepotong Roti Lapis Daging

Bohong kalau aku tak ingin ada kamu di sini. Menikmati malam yang dingin setelah hampir seharian dibebat mendung dan diguyur hujan. Dengan isi kepala dipenuhi sulur-sulur pekerjaan yang menumpuk. Entah karena itu pula akhir-akhir ini aku merasa semakin tak nyenyak tidur. Entah karena rindu untukmu yang kian bertumpuk.

Ini yang keempat kalinya aku datang ke kafe ini. Tak begitu jauh dari rumah. Selain, tempatnya juga nyaman, bebas asap rokok, tak berisik, lapang, dengan pendar-pendar lampu kekuningan yang agak sedikit temaram. Selalu ada tempat untuk membahagiakan diri sendiri. Tempat ini, mungkin saja salah satu di antaranya.

Seorang pelayan pria segera menghampiri begitu aku merapatkan pantat dengan kursi kayu berpelitur cokelat muda yang licin.

"Mau pesan kopi rempah?" tanyanya ramah.

Aku mengangguk cepat. Ya, kopi rempah adalah tujuanku datang ke kafe ini. Selain, berencana menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda. Juga untuk menghilangkan nyeri yang sejak siang ta…

Meranti dan sintrong, dua jenis sayuran hutan paling membekas di ingatanku

SAAT menuliskan ini aku sedang dalam kondisi tak "baik", entah kenapa sejak siang tadi aku kurang begitu semangat. Mungkin juga karena sudah beberapa hari ini badanku ngga begitu fit, semalam malah sempat homesick dan rasanya pengen pulang ke kampung. Sampai-sampai menetes air mata dan rindu begitu kuat sama almarhum ayah.

Saat-saat rasa "galau" itu melanda, tiba-tiba Mbak Adel yang di Bandung posting gambar eceng gondok yang akan disayur. Jujur saja seumur hidup aku belum pernah makan daun itu. Di Aceh daun eceng gondok biasanya dijadikan pakan bebek. Tapi aku -dan juga keluarga- suka sekali dengan daun genjer, yang habitatnya sama seperti eceng gondok. Sama-sama hidup di air. Yang oleh kebanyakan masyarakat Aceh lainnya juga dijadikan pakan bebek. Melihat postingan Mbak Adel ini teringat saat masih anak-anak, ibuku sering memasak daun-daunan liar.

Aku akan memutar ulang beberapa cerita masa kecilku tentang jenis sayur-sayuran, yang aku yakin hanya orang-orang &q…