Enter your keyword

Bacalah tanpa harus menerima begitu saja. Berfikirlah tanpa harus bersikap sombong. Yakinlah tanpa harus bersikap fanatik. Dan, jika anda memiliki pendapat, kuasai dunia dengan kata-kata.

Minggu, 30 Juli 2006

"Bulukat Kuneng"

beberapa waktu yang lalu di milis sempat heboh gara-gara ada issue bulukat kuneng yang muncul secara tidak disengaja. entah siapa yang memulai, yang pasti sayapun jadi ingin merasakan kenikmatan bulukat kuneng tersebut. aroma dan inti yang terbuat dari kelapa biasanya lebih menarik perhatian saya, palagi kalau proses pembuatannya memakai gula merah ditambah dengan daun pandan, harum. pun begitu saya bukanlah orang yang doyan banget dengan makanan tersebut, saya cuma tergiur dengan warna kuningnya dan taburan parutan inti kelapanya yang berwarna coklat tersebut. wajarlah kalau kemudian saya ingin mencicipi rasanya.
bulukat kuneng biasanya disajikan pada acara-acara tertentu di Aceh, misalnya pada acara peusijuek atau tepung tawar, peusijuek ini biasanya pada upacara perkawinan, sunatan, sampai tepung tawar rumah baru, kalau yang pernah kecelakaan atau selesai operasi biasanya juga di peusijuek in...ritual yang menurut saya mubadzir dan ngga jelas, tetapi saya hanya bisa mengatakannya disini. kalau didepan orang tua saya mengatakan ini bisa diomelin setengah hari. peusijuk ini tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan keberkahan bagi orang yang ditepung tawari, suapaya hidupnya adem...seperti percikan air yang dipercikan kepadanya.
tetapi saya bukan hendak membahas masalah peusijuek disini, saya lebih tertarik menceritakan bulukat kunengnya atau pulut kuning, karena tadi pagi saya sudah merasakan lezatnya pulut kuning tersebut. aroma dan warnanya sungguh membuat saya rela menunda sejenak kepergian saya, tidak ingin menyesal karena makanan semacam itu tidak sembarangan bisa didapat. kebetulan ada tetangga yang membuat rumah dan hari ini di peusijuek, maka sepupu saya juga kebagian rejekinya. syukur alhamdulillah. bersyukur karena semalam saya menginap disana, tidur pukul dua belas malam dan hari ini terkantuk-kantuk, bersyukur karena bukan hanya bertemu dengan saudara saya saja tapi saya mendapatkan kenikmatan dari pulut kuning tersebut. dan yang pasti saya bersyukur karena di milis sempat muncul wacana bulukat kuneng dan dalam hati diam-diam berdoa...semoga bisa cepat merasakannya...dan doa saya makbul....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Salam blogger :-)

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email